Data pribadi 185 ribu orang bocor dari 7-Eleven, termasuk nomor jaminan sosial. Cek detail kebocoran data ini di Captivela.
Bayangin kamu lagi santai belanja di 7-Eleven, tapi tanpa kamu sadari, data pribadi kamu malah 'jalan-jalan' di internet. Nah, ini yang baru aja kejadian dan bikin heboh.
7-Eleven baru aja ngalamin data breach yang cukup serius. Nggak main-main, ada sekitar 185 ribu orang yang datanya kena dampak dari insiden ini.
Terus, data apa aja sih yang bocor? Berdasarkan info dari daftar pemerintah negara bagian, data yang hilang itu mulai dari nama lengkap sampai tanggal lahir kamu.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Yang lebih ngeri lagi, alamat pos dan Social Security numbers (semacam NIK kalau di kita) juga ikut keseret. Ini sih udah masuk kategori bahaya banget buat privasi.
Kenapa ini bahaya? Soalnya kalau data sensitif kayak gitu jatuh ke tangan yang salah, pelaku kejahatan bisa gampang banget ngelakuin identity theft atau penipuan keuangan.
Kejadian kayak gini jadi pengingat buat kita semua kalau nggak ada sistem yang benar-benar aman 100%. Perusahaan gede pun bisa kecolongan kalau celah keamanannya terbuka.
Buat kamu yang sering pakai aplikasi loyalty atau belanja di sana, mending mulai lebih waspada sama email atau telepon asing yang minta data pribadi.
Tips simpelnya: jangan pernah kasih kode OTP atau password ke siapa pun, meskipun mereka ngaku-ngaku dari pihak resmi 7-Eleven atau bank.
Selain itu, coba ganti password akun kamu secara berkala dan aktifkan Two-Factor Authentication (2FA) biar akun kamu nggak gampang dijebol hacker.
Intinya, di era digital sekarang, kita harus jadi 'satpam' buat data kita sendiri. Jangan terlalu percaya penuh sama satu platform doang.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
TechCrunch
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari TechCrunch.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan TechCrunch.
Baca artikel asli di TechCrunch→


