Pusat riset penyakit menular CREID kehilangan pendanaan gara-gara kebijakan Trump, padahal wabah Ebola sedang meningkat di Afrika.

Bayangin kamu udah siap tempur buat lawan wabah Ebola di Kongo, tapi tiba-tiba bos kamu bilang, 'Maaf, duitnya udah nggak ada.' Nah, itulah yang lagi dialamin sama para peneliti di jaringan CREID.

CREID ini sebenarnya jaringan pusat riset penyakit menular yang dibentuk NIH pas zaman COVID-2020. Tugas mereka simpel tapi krusial: ngincer virus-virus berbahaya dari alam liar sebelum sempat lompat ke manusia.

Mereka punya 10 lokasi strategis di seluruh dunia, termasuk di Afrika Tengah dan Timur. Jadi, kalau ada virus aneh muncul, mereka bisa langsung gerak cepat buat nanganinnya.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Tapi sayangnya, rencana keren ini harus terhenti. Pemerintah Trump kemarin motong habis pendanaan mereka. Alasannya? Katanya riset ini 'nggak aman buat warga Amerika' dan bukan penggunaan uang pajak yang oke.

Banyak yang curiga pemotongan dana ini gara-gara teori konspirasi soal asal-usul COVID-19 yang sempat ramai. Jadi, riset serius malah jadi korban politik.

Padahal, CREID nggak cuma ngurusin Ebola. Mereka juga lagi riset hantavirus, penyakit langka yang baru-baru ini sempat muncul di kapal pesiar. Kalau dananya hilang, siapa yang bakal jagain kita dari pandemi berikutnya?

NIH awalnya udah kasih dana sekitar $82 juta buat lima tahun. Harusnya sih diperpanjang di 2025, tapi malah dapat surat 'stop-work order' yang bikin semua kegiatan riset terhenti total.

Efeknya berasa banget sekarang. Pas Ebola lagi naik di Provinsi Ituri, Kongo, para ahli yang harusnya ada di sana malah tertahan gara-gara nggak ada biaya.

Pelajaran buat kita: kesehatan global itu saling terhubung. Kalau satu titik riset dimatikan cuma gara-gara politik, risiko pandemi baru bakal makin gede buat semua orang, nggak peduli kamu tinggal di mana.

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Ars Technica

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari Ars Technica.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica
#Technology#ArsTechnica#rss