American Eagle lanjutkan kerja sama dengan Sydney Sweeney. Simak insight dari CMO Craig Brommers soal campaign musim panas yang ditujukan buat Gen Z.
American Eagle lagi-lagi taruh taruhan besar di Sydney Sweeney. Setelah kolaborasi pertama yang sukses tapi juga kontroversial, brand denim asal AS ini justru makin percaya diri.
CMO Craig Brommers punya cerita menarik soal ini. Dia bilang, partnership sama Sydney itu bukan sekadar pilih artis populer.
Ada perhitungan matang di baliknya. Sydney punya engagement rate yang gila di kalangan Gen Z, terutama di TikTok dan Instagram.
Tapi bukan cuma soal follower numbers. Brommers tekankan kalau Sydney itu authentic. Dia memang suka pakai jeans, dan itu kelihatan natural.
Campaign pertama sempat bikin heboh. Beberapa orang kritik arah kreatifnya, tapi justru itu yang bikin brand makin dikenal.
Brommers bilang, controversy itu sebenarnya bagian dari risk yang mereka terima. Yang penting, core message tetap nyampe ke target audience.
Untuk campaign musim panas kali ini, tim marketing fokus ke user-generated content. Mereka pengen fans yang bikin konten, bukan cuma brand yang ngomong.
Strateginya disebut "community-first". American Eagle ngasih platform buat Gen Z berekspresi, dengan Sydney sebagai facilitator.
Dari sisi data, approach ini berhasil. Engagement rate naik 40% dibanding campaign sebelumnya. Conversion rate juga meningkat signifikan.
Brommers share satu insight menarik. Gen Z itu nggak suka dijualin. Mereka pengen jadi bagian dari cerita, bukan cuma target iklan.
Itu sebabnya Sydney diposisikan bukan sebagai model, tapi lebih kayak teman yang share style tips. Tone-nya casual, nggak pushy.
Ada lesson buat marketer lain di sini. Celebrity endorsement masih works, tapi execution-nya harus beda dari era traditional advertising.
Practical takeaway-nya? Kalau kamu kerja sama influencer atau brand ambassador, pastikan ada ruang buat audience ikut participate. Jangan cuma one-way communication.
American Eagle juga invest di behind-the-scenes content. Gen Z suka lihat proses kreatif, nggak cuma final polished ads.
Brommers akhirnya bilang, partnership ini bakal terus berkembang. Mereka lagi explore format baru yang lebih immersive, mungkin pakai AR atau interactive video.
Intinya, marketing ke Gen Z itu soal building relationship, nggak cuma transaction. Dan Sydney Sweeney jadi bridge yang efektif buat American Eagle.
Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Marketing Dive
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Business: Marketing Tips update dari Marketing Dive.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Marketing Dive.
Baca artikel asli di Marketing Dive→


