NASA hanya punya satu vendor spacesuit lunar. Apakah Axiom Space bisa mengirim baju astronot tepat waktu untuk misi Artemis?
Setelah misi Artemis II sukses awal bulan ini, semua orang langsung nanya: kapan astronot bisa mendarat di Bulan?
Yang paling sering dibahas adalah lunar lander—pesawat yang bakal bawa astronot turun ke permukaan Bulan. SpaceX dan Blue Origin memang masih punya PR besar di situ.
Tapi ada satu hal yang jarang dibahas: spacesuit. Tanpa baju astronot yang proper, astronot nggak bisa keluar dari lander dan eksplorasi sama sekali.
Sayangnya, info soal perkembangan spacesuit ini minim banget di publik. Padahal ini komponen yang sama krusialnya.
NASA sebenarnya udah lama sadar masalah ini. Mereka pernah punya kontrak dengan Collins Aerospace, tapi di Juli 2024 kontrak itu dicabut.
Alasannya? Collins nggak bisa deliver sesuai jadwal dan anggaran. Jadi sekarang NASA cuma punya satu vendor: Axiom Space.
Ini situasi yang riskan. Kalau Axiom mengalami kendala serius, NASA nggak punya backup plan. Misi Artemis bisa terancam delay lagi.
Axiom Space sendiri adalah perusahaan swasta yang juga lagi garap modul habitat untuk stasiun luar angkasa komersial. Mereka multitasking banget.
Spacesuit lunar itu beda jauh sama yang dipakai astronot di ISS. Bulan punya gravitasi rendah, debu yang abrasif, dan suhu ekstrem.
Baju astronot untuk Bulan harus lebih fleksibel buat jalan dan kerja, tapi tetap protect dari radiasi dan micrometeoroid. Desainnya jauh lebih kompleks.
NASA targetin Artemis III—misi pendaratan pertama—terjadi September 2026. Tapi realisticnya, banyak yang bilang 2027 atau 2028 lebih masuk akal.
Axiom bilang mereka on track. Tapi detail teknisnya dirahasiakan, jadi kita cuma bisa percaya kata mereka.
Yang jelas, spacesuit ini bukan sekadar pakaian. Ini life support system berjalan. Ada oxygen supply, temperature control, communication, dan mobility system.
Kalau satu sistem gagal, astronot bisa dalam bahaya fatal. Testing-nya harus super rigor, dan itu butuh waktu.
Collins Aerospace gagal karena underestimate kompleksitasnya. NASA nggak mau kecolongan lagi, tapi pilihan vendor juga terbatas.
SpaceX dan Blue Origin fokus ke lander. Boeing lagi struggling dengan Starliner. Vendor berpengalaman lainnya juga nggak banyak yang ngambil proyek spacesuit.
Jadi Axiom jadi satu-satunya harapan. Mereka harus deliver dalam timeline yang super ketat.
Praktisnya, ini reminder kalau eksplorasi ruang angkasa itu bukan cuma soal roket besar dan pesawat canggih. Detail kayak baju astronot bisa jadi bottleneck.
Buat yang ngikutin perkembangan space industry, pantau terus update dari Axiom dan NASA. Kalau ada tanda-tanda delay di spacesuit, kemungkinan besar seluruh jadwal Artemis bakal geser.
Takeaway praktis: jangan underestimate infrastructure pendukung. Rocket science memang sexy, tapi spacesuit science juga penting banget. Dan saat ini, NASA cuma punya satu tiket untuk itu.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Ars Technica
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari Ars Technica.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.
Baca artikel asli di Ars Technica→


