Meta mengembangkan tool internal yang merekam aktivitas keyboard dan mouse karyawan untuk melatih model AI. Ini yang perlu kamu tahu soal privasi dan implikasinya.

Meta baru-baru ini ngasih tahu karyawan mereka soal tool internal baru yang bakal merekam setiap gerakan mouse, klik tombol, dan ketikan keyboard. Datanya nanti bakal dipakai buat melatih model AI milik perusahaan tersebut.

Tool ini disebutnya 'optional' buat karyawan, tapi tetap aja bikin banyak orang ngerasa was-was. Bayangin aja, setiap aktivitas digital kamu di kantor bisa jadi bahan latihan buat mesin.

Menurut Meta, ini bagian dari effort mereka buat ningkatin produktivitas dan ngembangin AI yang lebih paham cara kerja manusia. Mereka bilang data yang dikumpulin bakal dianonimkan dulu sebelum diproses.

Advertisement

Tapi ya, pertanyaannya: seberapa anonim sih data yang bisa ngetrace pola kerja individu? Kalau sistemnya bisa bedain siapa yang ngetik cepat, siapa yang sering bolak-balik delete, itu udah kayak fingerprint digital lho.

Buat kamu yang kerja di tech industry, ini jadi pengingat penting. Privasi di tempat kerja makin tipis batasnya, apalagi dengan alasan 'pengembangan AI'.

Praktisnya, mulai sekarang lebih aware aja sama apa yang kamu ketik di device kantor. Mungkin worth it buat pisahin device pribadi dan kerja, atau minimal pake browser/profile terpisah buat hal-hal yang sensitif.

Yang menarik, ini juga nunjukin gimana perusahaan besar makin agresif ngumpulin data behavioral buat AI training. Bukan cuma teks dari internet, tapi juga interaksi manusia komputer secara real-time.

Buat developer dan yang kerja di AI, ini bisa jadi insight soal gimana cara dapetin training data yang lebih natural. Tapi buat karyawan biasa, ini reminder kalau digital footprint kamu di kantor bisa lebih panjang dari yang dibayangin.

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

TechCrunch

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari TechCrunch.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan TechCrunch.

Baca artikel asli di TechCrunch
#Technology#TechCrunch#rss