California klaim AT&T bohong ke FCC demi matikan jaringan tembaga. Simak seluk beluk sengketa, dampaknya, dan apa yang harus kamu tahu.

Kamu pasti pernah denger soal jaringan tembaga, kan? Itu jaringan lama yang masih dipakai buat telepon rumah. Sekarang AT&T pengen matiin, tapi California bilang mereka bohong ke FCC.

Menurut dokumen yang diajuin California dan CPUC tanggal 15 Juni, AT&T ngeluarin argumen kalau negara bagian mau ngehalangin operator matiin tembaga dan investasi serat optik. Padahal, regulator bilang itu nggak pernah terjadi.

Sebenarnya, AT&T udah lama ngeluh soal aturan California yang ngelarang mereka berhenti layanan di wilayah tertentu. Mereka mau lepas dari kewajiban melayani sekitar 199 ribu pelanggan telepon rumah.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Kalau AT&T berhasil, mereka bakal tutup jaringan tembaga tanpa harus nyediain alternatif serat optik yang memadai. Ini bikin banyak orang takut kehilangan layanan, apalagi di daerah yang belum banyak fiber.

FCC sekarang lagi menimbang petisi AT&T buat ngeluarin regulasi federal yang ngalahin aturan negara bagian. Kalau disetujui, AT&T bisa berhenti layanan tanpa harus ikutin standar California.

Para ahli bilang, ini bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal hak konsumen. Tanpa pengganti yang solid, pelanggan bisa terpaksa pakai layanan seluler yang mahal atau kehilangan akses internet sama sekali.

Sementara itu, regulator California menegaskan kalau AT&T pernah ngasih data palsu ke FCC. Mereka minta FCC menolak petisi itu dan tetap melindungi konsumen di negara bagian.

Kasus ini bakal jadi contoh penting gimana regulasi negara bagian dan federal berinteraksi dalam era digital. Kalau FCC setuju, bisa jadi preseden buat operator lain yang mau tutup jaringan lama.

Intinya, kamu sebagai konsumen harus stay tuned. Kalau jaringan tembaga di daerahmu bakal dimatikan, pastikan ada alternatif fiber atau layanan lain yang layak sebelum AT&T tarik kabelnya.

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Ars Technica

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari Ars Technica.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica
#Technology#ArsTechnica#rss