Rivian dituduh bohong soal fitur self-driving. Baca selengkapnya tentang gugatan, dampaknya, dan apa yang harus kamu perhatikan.
Jadi, ada sekelompok pemilik Rivian yang baru aja ngajuin gugatan kelas ke pengadilan. Mereka ngaku Rivian udah lama-lama janji bakal ngeluarin fitur hands‑free driving buat model R1 generasi pertama, tapi sampai sekarang belum ada apa‑apa. Gak cuma bikin mereka kecewa, tapi juga nambah beban kantong karena mereka udah beli mobil dengan ekspektasi itu.
Menurut dokumen gugatan, Rivian sempat ngasih teaser di media sosial dan presentasi investor tentang teknologi self‑driving yang bakal hadir dalam beberapa tahun. Kata mereka, fitur itu bakal bantu pengemudi lepas tangan di jalan tol atau macet panjang. Tapi realitanya, sampai sekarang fitur itu masih stuck di fase pengembangan, belum ada update software yang ngasih kemampuan hands‑free.
Pemilik yang ngeluarin gugatan bilang mereka merasa ditipu karena harga mobil Rivian udah premium, sebagian besar karena janji teknologi canggih. Mereka ngaku udah bayar ekstra buat paket “Full Self‑Driving” yang katanya bakal jadi standar di semua unit R1. Sekarang, mereka cuma dapat sistem driver‑assist biasa, kayak cruise control biasa, bukan yang bebas tangan.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Rivian sendiri belum ngasih komentar resmi soal gugatan ini. Tapi dalam pernyataan singkat, mereka bilang terus berinovasi di bidang autonomous driving dan bakal update konsumen soal progresnya. Sementara itu, tim hukum mereka tampaknya lagi nyiapin strategi pembelaan, mungkin dengan argumen kalau teknologi autonomous masih dalam tahap riset dan regulasi masih ketat.
Kalau kamu lagi mikir buat beli Rivian atau mobil listrik lain yang janji-janji AI, ada baiknya cek dulu roadmap teknologinya. Lihat apakah fitur yang kamu inginkan udah ada di produksi atau masih dalam fase beta. Jangan sampai kamu terjebak beli mobil karena hype, tapi fitur utama malah belum kelar.
Intinya, gugatan ini ngasih pelajaran penting: selalu skeptis sama janji-janji teknologi yang belum terbukti. Kalau ada tawaran upgrade atau paket premium, tanyakan detailnya—apakah itu sudah tersedia atau masih dalam pengembangan. Dengan begitu, kamu gak bakal terjebak janji kosong yang bikin kantong bolong.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
TechCrunch
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari TechCrunch.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan TechCrunch.
Baca artikel asli di TechCrunch→