Alex Imas dari University of Chicago usulkan pengumpulan data price elasticity untuk memahami dampak AI terhadap pekerjaan. Sementara SpaceX rencanakan data center di orbit.
Di kalangan Silicon Valley, orang-orang sering ngomongin soal 'kiamat pekerjaan' gara-gara AI. Dulu banyak ekonom yang bilang ini cuma hype, tapi sekarang mereka mulai berubah pikiran.
Sekarang ada yang punya ide konkret. Alex Imas, ekonom dari University of Chicago, bilang kita butuh satu data penting banget: price elasticity.
Imas bilang kita butuh 'Proyek Manhattan' buat ini. Maksudnya? Proyek besar-besaran kayak dulu waktu bikin bom atom, tapi kali ini buat ngumpulin data.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Kenapa price elasticity penting? Soalnya data ini bisa nunjukkin seberapa mudah perusahaan ganti pekerja manusia dengan AI kalau harganya makin murah.
Kalau kita punya data ini, pemerintah bisa bikin kebijakan yang tepat. Tanpanya, kita cuma nebak-nebak doang.
Sementara itu, Elon Musk punya rencana lain yang nggak kalah gila. SpaceX baru aja ajukan izin buat luncurin sampai 1 juta data center ke orbit Bumi.
Tujuannya? Biar AI bisa berkembang tanpa bikin krisis lingkungan di Bumi. Soalnya data center kan boros listrik dan pendingin, ya.
Tapi bisakah ini jadi kenyataan? Ada empat hal penting yang harus dipenuhi dulu.
Pertama, kita butuh energi solar yang efisien di luar angkasa. Matahari emang ada terus, tapi panel solar harus kuat nahan radiasi.
Kedua, sistem pendingin yang beda total. Di luar angkasa nggak ada atmosfer buat nyerap panas, jadi harus pakai metode radiasi thermal.
Ketiga, koneksi data super cepat antara Bumi dan orbit. Latency bisa jadi masalah besar buat aplikasi real-time.
Keempat, cara ngatasi space debris. Orbit Bumi udah penuh sampah, dan satu tabrakan bisa hancurkan data center miliaran dolar.
Praktisnya buat kamu: jangan panik soal AI ganti kerjaan, tapi juga jangan lengah. Mulai pelajarin skill yang susah diotomatisasi, kayak kreativitas dan emotional intelligence.
Yang pasti, dunia teknologi lagi berubah kencang banget. Baik di Bumi maupun di luar angkasa.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
MIT Technology Review
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari MIT Technology Review.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review.
Baca artikel asli di MIT Technology Review→


