Studi Schwab ungkap alokasi crypto 1% bisa mengubah profil risiko portofolio. Pelajari cara menentukan jumlah yang tepat sesuai toleransi risikomu.

Kamu mungkin pikir nyelipin sedikit Bitcoin atau Ethereum ke portofolio itu nggak bakal ngaruh besar. Tapi ternyata, riset dari Schwab punya kabar mengejutkan.

Bahkan alokasi crypto cuma 1% aja bisa jadi penguasa risiko di seluruh portofoliomu. Iya, sekecil itu.

Bayangin deh. Kamu punya portofolio yang diversifikasi dengan baik. Saham, obligasi, reksa dana, semuanya diatur rapi. Terus kamu tambahin crypto 1%.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Ternyata, 1% itu yang bakal nentuin seberapa berisiko portofoliomu secara keseluruhan. Bukan saham-saham blue chip-mu. Bukan obligasi pemerintahmu. Tapi aset crypto yang cuma seuprit.

Kenapa bisa gitu? Jawabannya sederhana: volatilitas.

Crypto itu liar. Harga bisa naik 50% dalam seminggu, terus turun 70% bulan depan. Bandingin sama saham yang fluktuasinya biasanya cuma 10-20% per tahun.

Schwab nyebutin angka yang bikin mikir. Mereka bilang, untuk nge-balance risiko crypto yang ekstrem, kamu butuh alokasi yang jauh lebih kecil dari yang kebanyakan orang kira.

Ini bukan berarti crypto jelek. Bukan juga berarti kamu harus hindari. Cuma, kamu perlu paham apa yang sebenarnya kamu masukin ke portofolio.

Jadi berapa sih jumlah yang tepat?

Menurut riset ini, nggak ada angka universal. Yang ada cuma angka yang cocok buat kamu.

Faktornya satu: toleransi risiko. Seberapa nyaman kamu lihat portofolio anjlok 30%, 50%, atau bahkan 70% dalam waktu singkat?

Kalau kamu tipe yang panik lihat portofolio merah sehari, ya crypto mungkin bukan buatmu. Atau paling banter, alokasinya harus super kecil.

Tapi kalau kamu bisa tidur nyenyak meski harga crypto roller coaster, alokasi lebih besar mungkin masih masuk akal.

Yang penting diingat: crypto bukan aset yang bisa kamu anggin remeh. Sekecil apapun porsinya, dampaknya ke risiko portofolio bisa besar banget.

Praktisnya gini. Sebelum beli crypto, coba tanya diri sendiri: kalau besok harganya turun 70%, gue masih oke nggak?

Kalau jawabannya nggak, ya turunin alokasinya. Atau skip dulu sampai mental investasimu lebih kuat.

Jangan cuma ikut-ikutan teman yang flexing profit crypto. Mereka flexing yang naiknya doang. Yang turunnya jarang dipost.

Intinya, crypto bisa jadi bagian portofolio. Tapi harus dengan mata terbuka. Pahami dulu seberapa besar risiko yang kamu tambahin.

Kalau sudah paham dan siap, baru deh tentuin angkanya. Mulai dari yang kecil, rasain dulu volatilitasnya.

Baru setelah itu, kalau memang cocok, bisa pertimbangkan nambah porsinya. Tapi selalu ingat: di dunia crypto, yang kecil bisa jadi besar. Termasuk risikonya.

Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

CoinDesk

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Crypto update dari CoinDesk.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.

Baca artikel asli di CoinDesk
#Crypto#CoinDesk#rss