Perusahaan Eropa mengadopsi strategi treasury Bitcoin dengan pendekatan berbeda dari Strategy, menghadapi tantangan pasar modal dangkal dan regulasi ketat.
Kamu pasti tahu Strategy, kan? Perusahaan yang beli Bitcoin triliunan rupiah dan bikin harga BTC melejit. Nah, sekarang perusahaan-perusahaan di Eropa juga pengen ikutan.
Tapi ada masalah besar. Pasar modal di Eropa itu lebih "dangkal" dibanding Amerika. Artinya? Likuiditas lebih rendah, investor lebih sedikit, dan akses ke dana besar itu nggak semudah di Wall Street.
Di Paris Blockchain Week 2026, para eksekutif ngobrol panjang soal ini. Mereka sepakat: copy-paste strategi Strategy nggak bakal jalan di Eropa.
Di Amerika, perusahaan kayak Strategy bisa dengan gampang terbitkan obligasi atau saham baru buat beli Bitcoin. Di Eropa? Prosesnya lebih ribet, regulasinya lebih ketat, dan biayanya lebih mahal.
Jadi apa solusinya? Perusahaan Eropa harus lebih kreatif. Beberapa pilih jalan yang lebih konservatif, misalnya alokasi kecil dari kas perusahaan aja. Yang lain cari partner lokal atau gunakan instrumen keuangan yang sudah ada.
Yang menarik, tantangan ini justru bikin strategi Eropa lebih beragam. Nggak semua ikut-ikutan beli Bitcoin sebanyak-banyaknya. Ada yang fokus pada hedging, ada yang pakai untuk pembayaran internasional.
Praktisnya gini: kalau kamu bisnis owner di Indonesia yang kepikiran treasury Bitcoin, pelajari dulu karakter pasar lokal. Jangan langsung tiru Strategy tanpa paham likuiditas dan regulasi di sini.
Intinya, Bitcoin treasury itu bukan one-size-fits-all. Eropa buktiin bahwa konteks lokal itu penting banget. Strategi yang keren di satu tempat bisa jadi bencana di tempat lain kalau nggak disesuaikan.
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinTelegraph
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinTelegraph.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinTelegraph.
Baca artikel asli di CoinTelegraph→


