Mengulas warisan kebijakan crypto era Biden yang diwarnai permusuhan, bukan regulasi yang konstruktif. Apa yang bisa dipelajari dari pendekatan ini?

Kebijakan crypto di era pemerintahan Biden sering disebut sebagai upaya 'regulasi'. Tapi kalau kamu lihat lebih dekat, yang terjadi justru regulasi lewat permusuhan.

Banyak yang melupakan fakta ini. Bahkan op-ed di New York Times baru-baru ini menulis ulang sejarah dengan menghilangkan bagian-bagian yang tidak nyaman.

Collateral damage-nya nyata. Startup crypto tutup. Developer pindah ke luar negeri. Inovasi terhambat. Semua ini jarang masuk narasi resmi.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Pendekatan 'regulasi by enforcement' jadi andalan. Artinya? Tunggu ada yang melanggar, baru ditindak. Beda dengan memberi aturan main yang jelas dari awal.

Hasilnya industri bingung. Apa yang boleh, apa yang tidak? Tidak ada kepastian hukum. Yang ada hanya ketakutan akan tindakan hukum mendadak.

SEC di era Gary Gensler jadi contoh paling jelas. Gugatan demi gugatan dilontarkan. Tapi rulemaking yang jelas? Hampir tidak ada.

Kamu mungkin dengar argumen bahwa ini demi melindungi investor. Tapi faktanya, investor retail justru kehilangan akses ke produk yang diregulasi dengan baik di negara lain.

Efeknya? Capital flight. Dana mengalir ke yurisdiksi lebih ramah seperti Singapura, Dubai, bahkan Eropa. AS kehilangan posisi sebagai pusat inovasi keuangan.

Ironisnya, pendekatan ini juga gagal melindungi dari kerugian besar. Kasus FTX terjadi di bawah pengawasan yang sama. Regulasi permusuhan tidak mencegah penipuan.

Yang terjadi justru pembersihan selektif. Proyek kecil mati duluan. Yang besar dan punya resource untuk bertahan hukum, survive. Ini bukan regulasi yang adil.

Sekarang, dengan perubahan administrasi, banyak yang berharap pendekatan berbeda. Tapi warisan Biden tetap penting dipahami.

Kenapa? Karena pola ini bisa terulang. Di negara lain, di sektor lain. Regulasi lewat permusuhan itu mudah, tapi berbahaya.

Pelajarannya sederhana. Regulasi yang efektif butuh keterlibatan industri, kepastian hukum, dan rulemaking yang transparan. Bukan ancaman hukum mendadak.

Buat kamu yang di industri atau cuma penasaran, ini reminder. Kebijakan publik punya dampak nyata. Jangan terlena dengan narasi yang terlalu rapi.

Collateral damage itu nyata. Startup yang gagal, pekerjaan yang hilang, inovasi yang tertunda. Semua ini bagian dari warisan yang harus diakui, bukan dihapus dari sejarah.

Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

CoinDesk

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Crypto update dari CoinDesk.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.

Baca artikel asli di CoinDesk
#Crypto#CoinDesk#rss