Justin Sun kritik platform WLFI soal lockup token panjang dan fungsi blacklist di smart contract. WLFI balas dengan ancaman gugatan. Simak detail konfliknya.
Justin Sun lagi-lagi jadi sorotan. Kali ini, dia nge-call out platform WLFI soal dua masalah serius: lockup token yang kelamaan dan adanya fungsi blacklist di level smart contract.
Menurut Sun, ini bukan hal sepele. Fungsi blacklist di smart contract itu artinya platform bisa seenaknya blokir wallet kamu. Bayangin aja, aset kamu tiba-tiba nggak bisa dipindahin.
Sun juga sorot durasi lockup token WLFI yang katanya terlalu panjang. Buat investor, ini berarti likuiditas terkunci lama banget. Risikonya? Gampang banget kena volatilitas pasar tanpa bisa kabur.
Tapi WLFI nggak diam aja. Platform ini langsung bales dengan ancaman lawsuit. Mereka bilang kritik Sun itu fitnah dan merusak reputasi bisnis mereka.
Drama kayak gini sebenarnya sering muncul di dunia DeFi. Bedanya, kali ini yang ngomong adalah Justin Sun, founder Tron yang punya track record kontroversial sendiri.
Buat kamu yang invest di project crypto, ini reminder penting. Selalu cek smart contract sebelum beli token. Fungsi blacklist, mint authority, sama durasi lockup itu wajib kamu pahami.
Tools kayak Etherscan atau Solscan bisa bantu kamu baca smart contract langsung. Nggak perlu jadi developer, cukup lihat fungsi-fungsi kritis yang ada.
Takeaway praktisnya: jangan cuma lihat harga token atau hype di Twitter. Keamanan smart contract itu fundamental. Kalau ada red flag kayak yang Sun sebutin, lebih baik skip dulu dan cari project lebih transparan.
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinTelegraph
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinTelegraph.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinTelegraph.
Baca artikel asli di CoinTelegraph→


