Penelitian Google soal quantum computing dan Bitcoin bikin panik. Tapi jangan khawatir dulu—ini yang sebenarnya terjadi dan kenapa hanya sebagian wallet yang benar-benar berisiko.
Baru-baru ini, berita soal Google 'crack' Bitcoin dalam 9 menit pakai quantum computer bikin ramai di sosmed. Tapi sebelum panik jual Bitcoin-mu, yuk pahami dulu apa yang sebenarnya terjadi.
Headline kayak gitu memang catchy, tapi seringkali bikin orang salah paham. Quantum computing itu teknologi serius, tapi dampaknya ke Bitcoin nggak sesederhana yang dibayangkan banyak orang.
Bitcoin pakai dua jenis alamat: P2PK dan P2PKH. P2PK itu yang lama, dipakai di awal-awal Bitcoin sekitar 2009-2010. P2PKH yang lebih baru dan lebih aman.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Masalahnya, quantum computer bisa nge-expose public key yang biasanya disembunyiin. Di P2PK, public key udah keliatan dari luar. Di P2PKH, public key cuma muncul pas kamu spend Bitcoin-nya.
Jadi kalau kamu pakai P2PKH dan jarang transaksi, public key-mu praktis nggak kelihatan. Tapi kalau pakai P2PK atau sering transaksi, exposure-nya lebih tinggi.
Nah, dari 21 juta Bitcoin yang ada, sekitar 6,9 juta BTC tersimpan di alamat yang vulnerable. Itu sekitar 33% dari total supply. Sisanya? Relatif lebih aman.
9 menit itu angka teoritis dari paper Google. Tapi dalam praktiknya, quantum computer yang ada sekarang masih jauh dari kapasitas yang dibutuhin buat nge-crack Bitcoin.
Google Sycamore yang terkenal itu punya 70 qubit. Buat nge-break kriptografi Bitcoin, butuh ribuan qubit yang error-free. Jaraknya masih jauh banget.
Terus kenapa 9 menit? Itu estimasi buat kasus ideal dengan quantum computer yang belum ada. Bukan realitas hari ini.
Yang lebih penting: meski teknologinya ada, implementasinya nggak instan. Butuh waktu buat develop, test, dan deploy sistem semacam itu.
Bitcoin community juga nggak diam aja. Ada beberapa proposal buat quantum-resistant cryptography kalau memang dibutuhin di masa depan.
Soft fork bisa nambahin protection tanpa harus ganti fundamental Bitcoin. Jadi meski threat-nya real, solusinya juga udah dipikirin.
Practical takeaway: Cek wallet-mu. Kalau pakai hardware wallet modern atau exchange besar, kemungkinan besar udah P2PKH. Jangan transaksi berkali-kali kalau nggak perlu—tiap transaksi expose public key-mu.
Kalau hodling jangka panjang, pertimbangkan cold storage dengan alamat yang belum pernah dipakai transaksi. Semakin sedikit exposure public key, semakin aman dari potensi quantum attack di masa depan.
Intinya: quantum threat itu real tapi nggak immediate. 9 menit itu headline, bukan deadline. Yang penting, paham risiko dan proteksi diri dengan baik.
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinDesk
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinDesk.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.
Baca artikel asli di CoinDesk→


