Mantan Chancellor Inggris Kwasi Kwarteng mendukung bitcoin sebagai alternatif dari sistem keuangan tradisional yang bermasalah.
Kwasi Kwarteng pernah jadi Menteri Keuangan Inggris. Sekarang dia justru bicara soal bitcoin.
Dia bilang sistem keuangan tradisional lagi dalam masalah besar. Bahkan dia pakai istilah 'doom loop' buat ngejelasin situasi fiskal Inggris saat ini.
Kwarteng sekarang terlibat sama Stack BTC. Ini perusahaan yang fokus ke bitcoin. Perubahan yang cukup menarik buat orang yang dulu di pusat kebijakan moneter.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Apa sih 'doom loop' itu? Sederhananya, ini situasi di mana utang pemerintah makin besar, investor jadi was-was, suku bunga naik, terus utang makin membengkak lagi. Lingkaran setan.
Inggris memang lagi ngerasain ini. Inflasi tinggi, poundsterling goyang, dan pasar obligasi sempat kacau. Kwarteng sendiri sempat jadi sorotan waktu jadi Chancellor singkat di 2022.
Dia ngaku kebijakan fiskalnya waktu itu kontroversial. Tapi dia juga kritik respons Bank of England yang dianggapnya terlalu lambat.
Yang menarik, sekarang dia lihat bitcoin beda sama sistem konvensional. Bitcoin nggak bisa dicetak sembarangan. Supply-nya terbatas 21 juta.
Ini kontras banget sama mata uang fiat yang bisa diprint terus sama bank sentral. Waktu krisis, pemerintah sering 'nyetak uang' buat nolong ekonomi. Tapi efek sampingnya? Inflasi.
Kwarteng bukan yang pertama dari kalangan elite politik yang nyasar ke crypto. Sebelumnya ada politisi Amerika kayak Cynthia Lummis yang juga pro-bitcoin.
Tapi tetap aja, mantan Chancellor Inggris dukung bitcoin? Itu sinyal kuat. Artinya narasi 'bitcoin sebagai safe haven' makin masuk ke arus utama.
Stack BTC, tempat Kwarteng sekarang, fokus ke bitcoin accumulation. Strateginya sederhana: beli bitcoin secara rutin, nggak peduli harga naik turun. Disebut juga dollar-cost averaging atau DCA.
Metode ini populer buat investor jangka panjang. Kamu nggak perlu nebak-nebak timing pasar. Cukup konsisten beli dalam jumlah tetap setiap periode.
Kwarteng sendiri nggak bilang bitcoin sempurna. Dia akui volatilitasnya tinggi. Tapi buat dia, itu harga yang wajar demi punya aset di luar kontrol pemerintah.
Ini poin penting: bitcoin itu decentralized. Nggak ada bank sentral yang bisa memutuskan kebijakan mendadak. Nggak ada pemerintah yang bisa 'mematikan' sistemnya.
Buat orang yang pernah duduk di kursi kekuasaan, ngeliat keterbatasan kekuasaan itu justru jadi nilai plus. Ironis, tapi masuk akal.
Apa yang bisa kamu ambil dari ini? Pertama, krisis fiskal di negara maju itu nyata. Bukan cuma masalah negara berkembang.
Kedua, diversifikasi itu penting. Nggak semua telur di satu keranjang. Bitcoin bisa jadi bagian dari strategi itu, tapi jangan all-in.
Ketiga, kalau kamu baru mulai, coba pahami dulu konsep dasarnya. Bitcoin beda sama saham atau emas. Mekanisme supply dan demand-nya unik.
Terakhir, konsistensi lebih penting dari timing. Metode DCA yang dipakai Stack BTC itu bisa kamu terapkan sendiri. Beli sedikit-sedikit, rutin, jangka panjang.
Kwarteng mungkin salah satu contoh ekstrem. Dari pusat kebijakan ke komunitas crypto. Tapi pesan dasarnya universal: sistem yang ada butuh alternatif, dan bitcoin jadi salah satu pilihannya.
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinDesk
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinDesk.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.
Baca artikel asli di CoinDesk→


