Studi Mercado Bitcoin analisis 60 hari pasca krisis: Bitcoin lebih cepat recover dibanding gold dan saham. Simak datanya.

Kamu pasti pernah dengar orang bilang Bitcoin itu 'risky asset' yang bakal anjlok duluan kalau ada krisis. Tapi studi terbaru dari Mercado Bitcoin justru nunjukin data berbeda.

Mereka analisis periode 60 hari setelah berbagai guncangan global—mulai dari krisis keuangan sampai konflik geopolitik. Hasilnya? Bitcoin return-nya lebih tinggi daripada emas dan S&P 500 di setiap periode yang diteliti.

Ini menarik banget sih. Biasanya emas dianggap safe haven klasik, saham blue-chip juga dianggap stabil. Tapi data bilang lain.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Kenapa bisa gitu? Salah satu teori yang sering dibahas adalah sifat Bitcoin yang decentralized dan supply-nya terbatas. Pas panic selling reda, recovery-nya bisa lebih cepat karena nggak ada central bank yang perlu 'fix' sistem dulu.

Tapi jangan langsung FOMO ya. Studi ini lihat window 60 hari, bukan long-term performance. Bitcoin masih volatile, dan recovery cepat nggak berarti nggak ada drawdown dulu.

Practical takeaway buat kamu: kalau lagi diversify portfolio, mungkin worth reconsider seberapa besar allocation ke Bitcoin sebagai hedge. Bukan berarti all-in, tapi data ini nunjukin Bitcoin bisa jadi tool recovery yang efektif pasca krisis.

Yang penting tetap: pahami risk tolerance kamu sendiri. Jangan ikut-ikutan tanpa research.

Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

CoinDesk

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Crypto update dari CoinDesk.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.

Baca artikel asli di CoinDesk
#Crypto#CoinDesk#rss