Unilever automasi proses buat kelola 300.000 kreator, tapi hubungan sama kreator tetap dijaga. Gimana caranya?

Jadi gini, industri iklan sekarang lagi getol banget ngembangin pemasaran kreator. Nambahin kreator ke daftar? Itu sih gampang. Yang susah itu infrastruktur kayak penemuan, pemeriksaan, manajemen bakat, dan persetujuan konten. Unilever udah ngerasain ini, apalagi setelah mereka bilang tahun lalu kalau kreator bakal jadi inti dari rencana pemasaran mereka.

Unilever berhasil ngebesarin program mereka dari 10.000 jadi 300.000 kreator. Bayangin, itu angka yang gede banget! Nah, para eksekutif di Unilever lagi mutusin bagian mana dari pemasaran influencer yang bisa diserahkan ke sistem otomatis. Ini penting banget soalnya bisa bikin proses lebih efisien.

Leandro Barreto, CMO dari grup bisnis kecantikan dan kesejahteraan Unilever, bilang, "Di banyak tempat, teknologi itu dipakai buat nambahin pilihan manusia." Dia juga menekankan, "Ini nggak perlu dikerjain sama orang di Excel. Ini bisa dilakukan sama sistem yang scan internet..." Jadi, teknologi di sini bukan buat ngambil alih, tapi lebih ke ngebantu kerja manusia.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Dengan automasi, Unilever bisa fokus ke hal-hal yang lebih penting, kayak membangun hubungan yang kuat sama para kreator. Mereka tahu kalau hubungan ini yang bikin pemasaran jadi lebih efektif. Jadi, meskipun banyak yang otomatis, sentuhan manusia tetap jadi kunci.

Tapi, ada yang perlu diingat. Automasi itu bisa bikin proses lebih cepat, tapi hubungan yang dibangun dengan kreator itu nggak bisa digantikan. Unilever pengen tetap menjaga interaksi yang personal, karena itu yang bikin kampanye mereka lebih relatable dan menarik buat audiens.

Jadi, buat kamu yang penasaran, Unilever lagi berusaha buat ngejaga keseimbangan antara teknologi dan hubungan manusia. Ini jadi contoh menarik buat perusahaan lain yang mau ngembangin pemasaran kreator mereka tanpa kehilangan sentuhan personal.

Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Digiday

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Business: Marketing Tips update dari Digiday.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.

Baca artikel asli di Digiday
#BusinessMarketingTips#Digiday#rss