Nike dan Adidas bersaing ketat di Piala Dunia. Siapa yang lebih boros? Temukan jawabannya di sini!
Piala Dunia itu selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu, apalagi buat brand-brand besar kayak Nike dan Adidas. Mereka berdua berlomba-lomba buat dapetin perhatian fans sepak bola di seluruh dunia. Nah, sekarang kita mau bahas siapa yang lebih banyak ngeluarin duit buat iklan dan promosi di ajang bergengsi ini.
Nike udah ngumumin kalau mereka berhasil jual jersey 2,5 kali lipat dibandingkan saat Piala Dunia 2022. Gila kan? CEO Nike, Elliot Hill, bilang kalau Piala Dunia itu adalah kesempatan buat buktikan diri. Mereka datang dengan strategi yang matang, meskipun nggak jadi sponsor resmi. Ini menunjukkan kalau mereka tetap bisa cuan meski tanpa label resmi.
Di sisi lain, Adidas juga nggak mau kalah. Mereka tetap jadi sponsor resmi Piala Dunia, dan pasti ngeluarin budget yang gede buat promosi. Meskipun begitu, Nike tampaknya lebih jeli dalam memanfaatkan momen ini. Mereka tahu cara menarik perhatian tanpa harus jadi sponsor langsung.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Hal menarik lainnya adalah cara kedua brand ini beriklan. Nike cenderung lebih agresif di media sosial, sementara Adidas lebih fokus pada iklan tradisional. Ini bikin kita penasaran, siapa sih yang lebih efektif? Apakah cara modern Nike bisa mengalahkan metode klasik Adidas?
Buat kamu yang suka sepak bola, ini jadi momen seru untuk melihat bagaimana kedua brand ini bersaing. Apakah kamu lebih suka Nike atau Adidas? Atau mungkin kamu punya pendapat lain tentang strategi mereka? Yuk, share di kolom komentar!
Jadi, siapa yang lebih boros? Sementara Nike menunjukkan hasil penjualan yang mengesankan, Adidas tetap jadi raksasa di industri ini. Piala Dunia ini bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tapi juga pertarungan di dunia pemasaran. Kita tunggu aja siapa yang keluar sebagai pemenang di akhir turnamen!
Business: Marketing Tips lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Digiday
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Business: Marketing Tips update dari Digiday.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Digiday.
Baca artikel asli di Digiday→