YouTube Premium naik harga lagi menjadi $15.99 per bulan. Iklan 90 detik yang tidak bisa di-skip di versi gratis disebut sebagai bug oleh YouTube.

Dulu YouTube cuma tempat nonton video kucing dan Rickroll. Sekarang? Jadi salah satu platform streaming paling gede di internet. Sayangnya, makin besar makin mahal juga.

YouTube baru aja umumin kenaikan harga lagi buat layanan Premium-nya. Buat yang udah langganan, cek email deh. Ada notifikasi soal perubahan ini.

Harga baru mulai berlaku tanggal 7 Juni 2026. Yang individual plan naik $2 jadi $15.99 per bulan. Family plan? Lebih sakit, naik $4 jadi $26.99.

Advertisement

Ada juga Premium Lite yang dulu $7.99, sekarang jadi $8.99. Pilihan paling murah buat yang cuma pengen ilangin iklan tanpa fitur lain.

YouTube bilang keputusan ini nggak diambil sembarangan. Katanya biar bisa terus improve layanan dan dukung kreator yang kamu tonton. Tapi tetap aja, dompet yang ngerasain.

Nah, buat yang males bayar dan tetap pakai versi gratis, ada kabar lain. Banyak pengaduhan soal iklan yang makin lama dan nggak bisa diskip.

Beberapa pengguna lapor dapet iklan 90 detik yang nggak ada tombol skip-nya. Biasanya kan iklan cuma 15-30 detik, atau kalau panjang tetap bisa diskip setelah 5 detik.

YouTube bilang ini bukan fitur baru. Melainkan bug yang lagi mereka perbaiki. Jadi seharusnya nggak gitu, tapi ya muncul aja.

Meski disebut bug, fenomena ini bikin orang mikir: apakah ini cara YouTube maksa pengguna pindah ke Premium? Soalnya makin banyak iklan yang ganggu, makin tertarik kan bayar buat ilangin?

YouTube sih nggak ngaku. Mereka bilang cuma technical issue biasa. Tapi timing-nya menarik ya, barengan sama kenaikan harga.

Buat yang masih mau langganan Premium, ada beberapa cara hemat. Pertama, cek apakah kamu bisa pakai family plan bareng teman atau keluarga. Bagi-bayar jadi lebih murah per orang.

Kedua, pertimbangkan Premium Lite kalau kamu cuma butuh ilangin iklan. Nggak ada download offline atau background play, t hemat $7 per bulan.

Ketiga, evaluasi seberapa sering kamu beneran nonton YouTube. Kalau jarang-jarang, mungkin worth it tetap gratis aja dan tolerir iklan sebentar.

Intinya: platform gratis makin dipaksa monetisasi. YouTube butuh duit, kreator butuh duit, dan kamu yang jadi sumbernya. Pilihan ada di tanganmu: bayar lebih atau sabar sama iklan.

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Ars Technica

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari Ars Technica.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica
#Technology#ArsTechnica#rss