Warga AS kena Ebola di Kongo, tapi malah dirawat di Jerman. Kenapa AS ogah nampung warganya sendiri? Cari tahu di sini!

Jadi gini, ada lagi nih warga negara Amerika Serikat yang kena Ebola pas lagi kerja sosial di Republik Demokratik Kongo (DRC). Ini udah yang kedua kalinya lho, ada warga AS yang terinfeksi di tengah wabah Ebola yang lagi parah banget di sana. Yang bikin kita geleng-geleng kepala, bukannya dibawa pulang ke AS buat dirawat, eh malah dikirim ke Jerman. Ini kejadian kedua kalinya juga, bikin kita bertanya-tanya, ada apa sih sebenarnya di balik kebijakan ini?

Wabah Ebola di DRC ini udah gede banget, guys. Pertama kali diumumin tanggal 15 Mei, dan sekarang udah jadi wabah terbesar ketiga sepanjang sejarah dan masih terus nambah korbannya. Bayangin aja, sampai tanggal 12 Juli kemarin, DRC udah ngelaporin 1.926 kasus dan 702 kematian. Ini semua gara-gara strain Ebolavirus yang namanya Bundibugyo, yang mungkin belum banyak orang tahu.

Nah, di bawah pemerintahan Trump waktu itu, AS kayaknya ngambil sikap yang 'isolasionis' banget. Mereka nerapin pembatasan perjalanan yang ketat dan kontroversial, bahkan sampai ngehalangin warganya sendiri yang terpapar atau terinfeksi virus ini buat pulang ke negaranya. Padahal, AS itu punya banyak banget fasilitas kesehatan canggih yang dirancang khusus buat ngawasin dan ngasih perawatan berkualitas tinggi buat pasien Ebola. Jadi, alasan apa lagi coba yang bikin mereka ogah nampung warganya sendiri?

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Kebijakan ini tentu aja menuai banyak kritik. Gimana enggak, negara sekuat dan sekaya AS, dengan fasilitas medis yang mumpuni, kok malah 'buang' warganya sendiri ke negara lain? Ini nunjukkin ada masalah serius dalam penanganan krisis kesehatan global dan juga soal tanggung jawab negara terhadap warganya. Seharusnya, negara bisa jadi pelindung utama buat warganya, apalagi di situasi genting kayak gini.

Meskipun ada banyak fasilitas di AS yang bisa nanganin Ebola, kayak yang udah disebutin tadi, pemerintah AS waktu itu lebih milih buat ngirim warganya ke luar negeri. Ini bisa jadi karena beberapa faktor, mungkin ada kekhawatiran soal penyebaran virus di dalam negeri, atau mungkin juga karena alasan politik. Tapi, apapun alasannya, keputusan ini bikin banyak orang mikir, apakah ini cara yang tepat buat ngadepin wabah global kayak Ebola?

Buat kamu yang lagi kerja atau bepergian ke daerah yang rawan wabah penyakit menular kayak Ebola, penting banget buat selalu jaga diri dan patuh sama protokol kesehatan yang ada. Jangan lupa juga buat selalu update informasi dari sumber terpercaya. Kalo ada apa-apa, segera cari pertolongan medis dan jangan ragu buat ngasih tahu keluarga atau kedutaan. Kesehatan itu nomor satu, jadi jangan sampai lengah ya!

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Ars Technica

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari Ars Technica.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica
#Technology#ArsTechnica#rss