Temukan cara baru untuk menjaga organ hidup di luar tubuh dan apa saja tantangannya.
Jadi gini, organ itu punya masalah waktu. Organ donor cuma bisa bertahan beberapa jam di luar tubuh, bahkan kalau disimpen di es. Bayangkan, dokter itu pengen punya bank organ, tempat di mana organ bisa disimpen berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Ini bakal bikin mereka bisa tes organ, cari kecocokan yang pas, dan kirim organ ke penerima. Nah, ada tim peneliti yang baru-baru ini berhasil menyupercool ginjal babi dan menyimpannya selama beberapa hari. Gila kan?
Ginjal babi ini disimpan di suhu minus 4 derajat Celsius dan berhasil ditransplantasi kembali ke babi. Ini jadi pencapaian yang luar biasa di bidang penelitian organ. Tapi, membekukan organ itu susah banget. Begitu es terbentuk, organ bisa rusak total. Kristal es yang terbentuk bisa bikin jaringan organ jadi hancur, sehingga organ itu jadi nggak bisa dipakai lagi. Meski begitu, banyak peneliti yang tetap berusaha.
Beberapa dari mereka fokus pada cryopreservation, yaitu pendinginan ekstrem yang bikin sel-sel jadi seperti kaca. Proses ini udah biasa dilakukan untuk sel telur, sperma, dan embrio yang bisa disimpan sampai puluhan tahun. Tapi, sampai sekarang, belum ada yang berhasil membekukan dan mencairkan organ manusia untuk transplantasi. Banyak tubuh manusia dan otak yang disimpan di suhu ultra-rendah dengan harapan bisa dihidupkan kembali di masa depan.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Contohnya, Stephen L. Coles, seorang gerontolog yang memutuskan untuk cryopreserve otaknya sendiri. Setelah dia meninggal, tubuhnya dibawa ke fasilitas cryonics di Arizona. Tim di sana mengeluarkan kepalanya, memompa otaknya dengan bahan kimia cryoprotectant, dan mendinginkannya sampai minus 146 derajat Celsius. Ketika temannya memeriksa otaknya bertahun-tahun kemudian, dia menemukan sel-sel otak yang menyusut bisa 'bangkit kembali' setelah dihangatkan. Tapi, itu bukan berarti sel-sel itu hidup, atau bisa dihidupkan kembali.
Matthew Powell Palm dari Texas A&M yang terlibat dalam penelitian ini bilang, 'Ada banyak cara neuron itu bisa rusak.' Dia juga mencari cara lain untuk menjaga organ tetap hidup. Dia dan timnya berhasil menyimpan ginjal babi yang disupercool dan melakukan transplantasi dengan sukses. Menariknya, ginjal ini lebih baik dibanding yang disimpan di es, dan prosesnya nggak butuh cryoprotectants.
Ada juga cara lain untuk memperpanjang umur organ, yaitu dengan menggunakan mesin yang memompa nutrisi ke dalam organ, mirip dengan yang terjadi di dalam tubuh. Alat perfusi ini udah jadi lebih umum digunakan dalam dekade terakhir dan biasanya dipakai untuk menjaga hati dan ginjal selama sekitar 24 jam. Sekarang, peneliti lagi berusaha mengadaptasi protokol ini untuk organ lain, bahkan bola mata. Baru-baru ini, ada yang berhasil menjaga rahim manusia hidup selama sehari.
Ini emang waktu yang seru buat penelitian organ. Banyak perkembangan baru yang bisa bikin kita lebih dekat dengan solusi nyata untuk masalah kekurangan organ donor. Jadi, terus pantau berita-berita terbaru di bidang ini!
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
MIT Technology Review
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari MIT Technology Review.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review.
Baca artikel asli di MIT Technology Review→

