Uber berubah strategi bisnis dengan menjual aset dan beralih ke model sewa-menyewa. Simak bagaimana perusahaan ride-hailing ini menavigasi era baru yang lebih efisien.
Uber lagi di titik balik besar nih. Perusahaan yang dulu terkenal dengan model bisnis asset-light ini sekarang malah jualan aset mereka sendiri.
CEO Dara Khosrowshahi nyebut ini sebagai 'assetmaxxing'—alias maksimalin value dari aset yang udah ada. Beda banget sama dulu waktu Uber growth dengan cara bakar duit buat ekspansi.
Sekarang mereka lebih fokus ke efisiensi dan profitabilitas. Jual aset, terus sewain balik atau operasikan dengan model yang lebih ringan.
Kenapa ini penting buat kamu yang ngikutin industri mobility? Karena ini menandakan shift besar di seluruh sektor transportasi digital.
Dulu semua unicorn mobility pengen punya semuanya sendiri—mobil, sepeda, skuter, bahkan drone. Sekarang? Mereka sadar yang penting platformnya, bukan hardwarenya.
Uber contohnya udah jual divisi self-driving mereka ke Aurora. Jual bisnis micromobility juga. Bahkan unit flying taxi mereka Elevate juga udah lepas.
Tapi bukan berarti Uber mundur dari inovasi ya. Mereka tetap invest di autonomous vehicle lewat partnership, cuma nggak perlu punya lab sendiri yang nguras duit.
Model ini lebih sustainable buat jangka panjang. Capex lebih rendah, cash flow lebih sehat, dan risiko operasional juga berkurang.
Buat driver dan mitra, ini bisa jadi berita bagus. Uber lebih fokus ke tools dan platform yang bikin mereka lebih efisien cari penumpang.
Yang menarik, ini juga terjadi di kompetitor mereka. Lyft juga streamline operasi. Bahkan di Asia, Grab dan Gojek lebih fokus ke super app daripada punya aset fisik.
AI makain penting di sini. Tanpa harus punya fleet sendiri, Uber bisa pakai machine learning buat optimize matching driver-penumpang dan prediksi demand.
Data jadi king. Uber punya data pergerakan orang di ratusan kota. Itu aset yang nggak bisa dibeli, dan makin valuable waktu dipakai buat train AI models.
Practical takeaway buat kamu: Kalau lagi bangun bisnis, tanya dulu—apa yang benar-benar harus kamu punya, dan apa yang bisa disewa atau dipartnerin?
Nggak perlu ikut-ikutan punya semuanya sendiri. Fokus ke core competency, sisanya bisa dihandle partner atau vendor.
Uber buktiin bahwa pivot itu nggak apa-apa. Bahkan perusahaan besar juga harus adaptasi kalau model bisnisnya udah nggak efisien.
Era assetmaxxing ini mungkin baru dimulai. Kita bakal lihat lebih banyak perusahaan tech yang jual aset dan balik ke roots mereka sebagai platform.
Yang pasti, masa depan mobility makin ditentuin oleh siapa yang paling pintar manage data dan network effect—bukan siapa yang punya mobil terbanyak.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
TechCrunch
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari TechCrunch.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan TechCrunch.
Baca artikel asli di TechCrunch→


