Tubi resmi meluncur sebagai platform streaming pertama dengan integrasi native di ChatGPT. Temukan cara kerja fitur baru ini dan apa yang bisa kamu lakukan dengannya.
Tubi baru aja bikin sejarah. Mereka jadi layanan streaming pertama yang punya aplikasi native di dalam ChatGPT.
Biasanya kalau kamu tanya ChatGPT soal film, cuma dapat rekomendasi doang. Sekarang beda cerita. Kamu bisa langsung nonton tanpa perlu buka aplikasi lain.
Integrasi ini pakai GPT-4o, model terbaru dari OpenAI. ChatGPT bisa baca gambar dan video sekarang, makanya Tubi bisa masuk ke dalamnya.
Caranya gampang banget. Kamu tinggal chat sama Tubi di ChatGPT, cari film yang mau ditonton, terus klik play. Selesai.
Tubi punya koleksi lebih dari 200 ribu film dan serial gratis. Iya, gratis. Mereka dapet duit dari iklan, bukan subscription.
Fox Corporation yang punya Tubi sejak 2020. Mereka emang fokus banget ke model ad-supported, beda sama Netflix atau Disney+ yang bayar bulanan.
Menurut CEO Tubi, Anjali Sud, integrasi ini bikin pengalaman nonton jadi lebih personal. AI bisa ngerti selera kamu dari cara kamu ngobrol.
Misalnya kamu bilang, 'Cariin film thriller yang bikin deg-degan tapi endingnya plot twist.' ChatGPT bakal ngerti dan Tubi langsung kasih rekomendasi yang pas.
Ini beda jauh sama search biasa. Kamu nggak perlu mikir keyword yang tepat. Cukup ngobrol aja kayak sama teman.
Praktisnya, fitur ini sekarang baru tersedia buat pengguna ChatGPT Plus, Team, dan Pro. Yang pakai versi gratis belum bisa coba.
Buat kamu yang sering bingung mau nonton apa, ini solusinya. Nggak perlu scroll-scroll lama atau baca review di berbagai tempat.
Satu hal yang menarik: Tubi nggak cuma kasih rekomendasi, tapi langsung play kontennya. Jadi dari chat ke nonton cuma satu klik.
Ini bisa jadi tren baru buat industri streaming. Kalau Tubi berhasil, platform lain pasti bakal ikutan.
Bayangin aja nanti kamu bisa nonton Netflix, YouTube, atau Spotify semua dari dalam ChatGPT. Satu tempat buat semua hiburan.
Tapi ada catatan penting. Integrasi kayak gini butuh kerja sama teknis yang rumit. Nggak semua platform bisa langsung ikutan.
Tubi untung karena mereka udah punya infrastruktur yang fleksibel. Konten mereka juga banyak yang free-to-watch, jadi nggak ada masalah akses.
Buat pengembang dan pemilik bisnis, ini pelajaran berharga. AI nggak cuma buat chatbot doang, tapi bisa jadi gateway ke layanan kamu.
Poin praktis yang bisa kamu ambil: mulai pikirin gimana produk atau layanan kamu bisa integrasi sama AI assistant. Masa depan kayaknya ke arah situ.
Kalau kamu pengguna ChatGPT berbayar, coba deh cari Tubi di GPT Store. Eksperimen sendiri gimana rasanya cari film pakai obrolan.
Yang jelas, cara kita cari dan konsumsi konten bakal berubah drastis. Nggak perlu lagi buka 10 aplikasi berbeda. Cukup chat dan nonton.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
TechCrunch
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari TechCrunch.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan TechCrunch.
Baca artikel asli di TechCrunch→


