AuX Labs mengembangkan keju vegan dengan teknik fermentasi microbrewery. Hasilnya? Tekstur dan rasa mirip keju sapi, harga terjangkau.
Keju vegan sering jadi bahan candaan. Teksturnya aneh, rasanya hambar, harganya mahal. Tapi AuX Labs punya pendapat berbeda. Mereka yakin sudah nemu solusinya.
Startup ini pakai teknik fermentasi dari microbrewery. Kamu tahu kan, tempat produksi bir craft yang lagi hits? Nah, metode yang sama dipakai buat bikin keju tanpa susu sapi.
Hasilnya menarik. Keju vegan mereka punya tekstur meleleh dan rasa gurmi yang biasanya cuma ada di keju tradisional. Yang lebih bagus lagi, harga jualnya bisa disamain dengan keju biasa.
Masalah keju vegan selama ini ada di dua hal: tekstur dan biaya produksi. Kebanyakan produk pakai lemak kelapa atau kacang-kacangan. Itu bikin teksturnya kurang creamy. Prosesnya juga mahal.
AuX Labs ngambil jalan lain. Mereka fermentasi protein nabati pakai kultur khusus. Cara ini mirip brewer yang mengembangkan rasa unik pada bir mereka. Setiap strain memberi karakter berbeda pada produk akhir.
CEO AuX Labs bilang teknik ini ngasih kontrol penuh atas profil rasa. Tim mereka bisa
program
keju dengan tingkat gurmi tertentu. Mau yang mild atau bold, bisa diatur.
Dari sisi bisnis, ini menarik. Pasar keju vegan diprediksi tembus 7 miliar dolar AS tahun 2030. Tapi pertumbuhannya terhambat karena produk yang ada kurang nendang. Kalau ada yang bener-bener enak dan murah, game-nya bakal beda.
AuX Labs baru selesai putaran pendanaan awal. Mereka fokus scale up produksi dan kerja sama dengan brand retail. Targetnya? Keju vegan mereka ada di supermarket dalam 1-2 tahun ke depan.
Buat kamu yang udah coba keju vegan dan kecewa, ini bisa jadi kabar baik. Teknologi fermentasi makin matang. Rasa dan tekstur yang kurang dari produk lama, mungkin segera jadi masalah yang terpecahkan.
Praktisnya gini: jangan tutup mata sama alternatif nabati terlalu cepat. Inovasi di baliknya bergerak kencang. Coba cek label dengan seksama, cari yang pakai fermentasi atau cultured ingredients. Itu tanda teknologi lebih baru yang hasilnya lebih oke.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
TechCrunch
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari TechCrunch.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan TechCrunch.
Baca artikel asli di TechCrunch→


