Sheetz pindah dari VMware ke StorMagic, migrasi 11.000 mesin virtual. Kenapa ya mereka ambil keputusan ini?
Jadi, kamu tahu kan Sheetz? Itu loh, jaringan minimarket yang ada di AS. Mereka baru aja bikin keputusan gede dengan ninggalin VMware buat migrasi ke StorMagic. Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa sih mereka ngelakuin ini? Ternyata, mereka udah pakai VMware sejak 2019, dan sekarang saatnya buat move on ke solusi yang lebih baru.
Sheetz punya sekitar 838 lokasi, dan mereka bakal mindahin sekitar 11.000 mesin virtual dari platform virtualisasi milik Broadcom ini. Mereka bilang, di setiap toko, mereka bakal pindahin antara 12 sampai 14 mesin virtual dari VMware vSphere ke SvHCI dari StorMagic. Ini langkah yang cukup berani, soalnya migrasi mesin virtual itu bukan hal yang gampang.
Scott Robertson, manajer tim infrastruktur di Sheetz, bilang kalau mereka juga bakal ganti dua mesin virtual tambahan dalam beberapa bulan ke depan. Ini semua buat transisi dari Windows 10 ke Windows 11. Jadi, mereka bukan cuma sekadar pindah platform, tapi juga upgrade sistem operasi. Gede juga ya!
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Sejauh ini, Sheetz udah berhasil migrasi lebih dari 600 toko, dengan rata-rata 200 toko per bulan. Mereka optimis bakal selesai dalam waktu empat bulan ke depan. Ini menunjukkan betapa seriusnya mereka dalam melakukan perubahan ini. Dan yang menarik, mereka masih pakai hardware server Dell yang sama, jadi migrasinya lebih fokus ke software dan virtualisasi.
Keputusan Sheetz buat ninggalin VMware dan beralih ke StorMagic mungkin bisa jadi pelajaran buat perusahaan lain. Di dunia teknologi yang cepat berubah ini, kadang kita perlu berani ambil langkah baru demi efisiensi dan kemajuan. Siapa tahu, langkah ini bisa bikin Sheetz lebih cuan dan efisien di masa depan!
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Ars Technica
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari Ars Technica.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.
Baca artikel asli di Ars Technica→
