Rover Mars pertama Eropa akhirnya punya roket setelah 25 tahun drama. SpaceX Falcon Heavy bakal meluncurkan Rosalind Franklin tahun 2028.
Bayangin kamu nunggu 25 tahun buat satu proyek. Terus janjinya berantakan berkali-kali. Itu yang dialami rover Mars pertama Eropa, Rosalind Franklin.
NASA baru aja konfirmasi kalau SpaceX bakal meluncurkan rover ini pakai Falcon Heavy. Peluncuran bisa terjadi akhir 2028 dari Florida. Tapi kenapa NASA yang tentuin roket buat misi Eropa?
Ceritanya panjang dan penuh drama. Ada hubungannya sama pencarian kehidupan alien, politik yang rumit, dan invasi Rusia ke Ukraina.
Semua bermula sekitar 1997. Waktu itu NASA baru sukses turunin rover pertamanya di Mars. ESA langsung mikir, "Kita juga mau punya robot di Mars."
Mereka bikin program namanya Aurora. Targetnya: luncur 2009. Rusia bakal supply roket Soyuz buat bawa rover ini.
Tapi ya, rencana itu gagal total. 2009 lewat tanpa peluncuran.
Fast forward ke 2016. ESA nyoba lagi dengan partner baru. Kali ini mereka kerja sama sama Roscosmos, badan antariksa Rusia.
Rover ini diberi nama Rosalind Franklin. Ilmuwan wanita yang ngebantu discover struktur DNA. Nama yang keren buat misi yang cari tanda-tanda kehidupan.
Misi ini sebenarnya bagian dari ExoMars. Program gede yang juga include orbiter buat studi atmosfer Mars.
Rencananya, Rusia bakal supply launcher dan landing platform. ESA yang bikin rover-nya. Kerja sama timur-barat yang ideal.
Tapi kemudian 2022 datang. Invasi Rusia ke Ukraina mengubah semuanya.
Sanksi internasional langsung mengguncang kerja sama ini. ESA terpaksa putusin hubungan sama Roscosmos. Misi ExoMars terhenti total.
Rover yang hampir jadi ini malah disimpan di kantong debu. Eropa punya mobil robot canggih, tapi gak punya roket buat ngirim.
Ini bukan pertama kali janji launcher pecah. Sebelum Rusia, mereka juga pernah deal sama NASA soal peluncuran. Tapi itu juga batal.
Jadi Rosalind Franklin ini udah di-cancel berkali-kali. Launcher-nya gonta-ganti. Timeline-nya mundur terus.
Sekarang, Falcon Heavy jadi pilihan keempat. Setelah Soyuz, Atlas V, dan Ariane 6 yang semuanya gak jadi.
Kenapa Falcon Heavy? Soalnya ini roket paling powerful yang operasional sekarang. Bisa bawa muatan berat ke Mars dengan efisien.
SpaceX juga udah proven track record. Mereka sering handle misi-misi penting NASA dan komersial.
Tapi ada tantangan baru. Falcon Heavy pake fairing yang beda dari desain semula. Tim engineer harus redesign beberapa bagian rover.
Landing juga jadi masalah. Eropa awalnya rencana pake platform Rusia. Sekarang harus cari alternatif atau modifikasi strategi.
NASA ikut nimbrung soal landing. Mereka punya pengalaman sukses turunin rover di Mars berkali-kali. Spirit, Opportunity, Curiosity, Perseverance.
Mungkin ada teknologi NASA yang dipinjem buat bantu Rosalind Franklin mendarat aman. Detailnya masih didiskusikan.
Rover ini punya kemampuan unik. Dia bisa ngebor sampai 2 meter ke dalam tanah Mars. Lebih dalam dari rover NASA mana pun.
Kenapa penting? Karena radiasi dan kondisi ekstrem di permukaan menghancurkan tanda kehidungan. Tapi di bawah tanah, organik bisa bertahan jutaan tahun.
Rosalind Franklin juga punya instrumen canggih buat analisis sampel. Bisa deteksi molekul organik dan mineral yang terkait sama kehidupan.
Ini beda dari misi NASA yang lebih fokus geologi dan persiapan manusia. Eropa fokus pertanyaan fundamental: Apakah ada kehidupan di Mars?
Timeline sekarang: peluncuran akhir 2028, landing 2029. Tapi ini masih optimis. Proyek antariksa sering delay.
Biaya juga membengkak. Dari 1.3 miliar euro jadi sekitar 1.6 miliar euro. Semua karena komplikasi dan perubahan plan berkali-kali.
Tapi buat ilmuwan Eropa, ini worth it. Mereka udah investasi 25 tahun. Gak mungkin nyerah sekarang.
Praktisnya, misi ini nunjukin gimana geopolitik ngaruh ke sains. Kerja sama internasional bisa rapuh karena konflik dunia.
Buat kamu yang ngikutin perkembangan teknologi, ini reminder penting. Riset besar butuh stabilitas politik dan partner yang reliable.
Takeaway praktis: Jangan terlalu dependent sama satu partner kritis. ESA belajar ini dengan cara pahit. Sekarang mereka diversifikasi opsi launcher.
Misi Rosalind Franklin juga bukti kalom SpaceX udah jadi player global di antariksa. Bukan cuma NASA yang andelin mereka.
Kalau semua lancar, 2029 kita bakal lihat rover Eropa pertama jalan di Mars. Mungkin nemu jawaban soal kehidupan di planet merah.
Dua dekade setengah nunggu. Semoga kali ini beneran jadi.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Ars Technica
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari Ars Technica.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.
Baca artikel asli di Ars Technica→


