Satellit navigasi baru di orbit rendah siap menggantikan GPS. Cek info lengkapnya di sini!

Kamu pasti udah nggak asing sama GPS, kan? Tapi, ada yang baru nih! Xona Space Systems lagi ngincar untuk meluncurkan 258 satelit navigasi di orbit rendah. Kenapa ini penting? Soalnya, sinyal dari satelit ini bisa 100 kali lebih kuat dibandingkan GPS yang biasa kita pakai. Bayangin aja, ini bakal bikin akurasi lokasi kita jauh lebih tepat, terutama di tengah kota yang padat, di bawah pepohonan, bahkan di dalam gedung.

Sinyal yang lebih kuat ini juga bakal lebih tahan terhadap gangguan. Kita tahu kan, sekarang ini banyak gangguan dari GPS, baik itu dari penerbangan komersial, pengiriman laut, sampai aplikasi di smartphone kita. Nah, dengan teknologi baru ini, gangguan-gangguan itu bisa diminimalisir. Jadi, kita bisa lebih tenang saat butuh navigasi.

Rencananya, enam satelit pertama dari Xona bakal diluncurkan pada Oktober 2026. Dan, layanan awalnya bakal mulai di 2027. Setelah semua 258 satelit Pulsar diluncurkan, mereka bilang kita bisa tahu lokasi kita dengan akurasi beberapa sentimeter. Gila, kan? Ini bikin kita bisa lebih tepat dalam menentukan posisi, apalagi di tempat-tempat yang sulit dijangkau GPS biasa.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Adrien Perkins, salah satu pendiri Xona, bilang kalau kekuatan sinyal yang lebih tinggi ini bikin kita bisa masuk ke area yang selama ini sulit dijangkau GPS. Misalnya, di dalam gedung atau tempat yang banyak gangguan. Jadi, ini bisa jadi solusi buat masalah navigasi yang sering kita hadapi.

Dengan semua inovasi ini, bisa jadi kita bakal lihat perubahan besar dalam cara kita menggunakan teknologi navigasi. Siapa tahu, di masa depan, GPS yang kita kenal sekarang bakal tergeser oleh sistem baru ini. Jadi, siap-siap aja, perubahan besar di dunia navigasi bisa segera terjadi!

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Ars Technica

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari Ars Technica.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica
#Technology#ArsTechnica#rss