Tikus tanpa bulu punya cara unik untuk mengendalikan rivalnya. Simak penjelasannya di sini!
Kamu tahu nggak sih, tikus tanpa bulu itu aneh banget? Mereka lebih banyak hidup di bawah tanah, tahan sakit, dan bisa bertahan tanpa oksigen dalam waktu lama. Yang bikin mereka lebih unik, mereka bisa hidup lebih dari 30 tahun, jauh lebih lama dibandingkan rodentia lain yang seukuran. Tapi, yang paling menarik adalah cara mereka berinteraksi dalam koloni yang bisa mencapai lebih dari seratus ekor. Di koloni ini, cuma ada satu ratu yang bisa berkembang biak!
Selama ini, banyak yang berpikir kalau ratu tikus tanpa bulu ini mengendalikan yang lain dengan cara kekerasan atau intimidasi. Tapi, setelah penelitian dari tim Lewin Lab di Berlin, ternyata ada cara yang lebih canggih. Mereka menemukan bahwa ratu tikus ini menggunakan sinyal kimia untuk menekan kesuburan tikus betina lainnya. Jadi, bukan dengan kekerasan, tapi dengan cara yang lebih halus.
Gary Lewin, seorang ahli neurobiologi dari Max Delbrück Center, menjelaskan bahwa tikus tanpa bulu itu punya indra penciuman yang super tajam. Mereka memiliki sekitar 1200 gen reseptor penciuman, lebih banyak dibandingkan tikus biasa yang cuma punya sekitar 1000. Ini bikin mereka bisa mendeteksi bau dengan sangat baik, meskipun mereka buta. Jadi, mereka bisa beradaptasi dan bergerak tanpa perlu melihat.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Dengan kemampuan penciuman yang luar biasa ini, ratu tikus tanpa bulu bisa mengeluarkan zat kimia tertentu yang bikin tikus betina lain jadi tidak subur. Ini adalah bagian dari sistem komunikasi yang lebih kompleks yang membantu menjaga ketertiban dalam koloni. Jadi, bisa dibilang, ratu tikus ini adalah penguasa yang cerdas, bukan hanya karena kekuatan fisik, tapi juga karena kecerdasan sosialnya.
Penemuan ini bikin kita jadi lebih paham tentang bagaimana hewan sosial seperti tikus tanpa bulu bisa berfungsi. Mereka menunjukkan bahwa ada banyak cara untuk menjaga keseimbangan dalam kelompok, dan kekuatan tidak selalu harus datang dari kekerasan. Ini juga bisa jadi pelajaran buat kita tentang bagaimana kita bisa berinteraksi dengan orang lain di sekitar kita.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Ars Technica
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari Ars Technica.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.
Baca artikel asli di Ars Technica→

