OnePlus tutup di AS dan Eropa, tapi masih dukung ponsel yang ada. Simak alasannya!

Jadi, kamu pasti udah denger kan kalau OnePlus resmi mengumumkan mereka bakal tutup di AS dan Eropa? Ini sebenarnya udah jadi bahan gosip selama beberapa bulan terakhir. Setelah meroket di pasaran ponsel, sekarang mereka malah mundur dari dua pasar besar ini. Kenapa bisa gitu, ya?

OnePlus muncul pertama kali di tahun 2014 dengan strategi pemasaran yang cukup berani. Mereka bilang, 'Gimana kalau ponsel kamu lebih murah dan lebih cepat?' Nah, sekarang setelah lebih dari satu dekade, situasinya udah beda banget. Mereka udah ngeluarin banyak ponsel, tapi sekarang malah milih untuk fokus ke pasar lain.

Setelah sempat meramaikan pasar AS lewat kerja sama dengan T-Mobile dan Verizon, OnePlus mulai terlihat lebih tertarik ke India, terutama setelah pandemi. Ini bikin banyak orang bertanya-tanya, apakah OnePlus masih serius di pasar Barat? Dan ternyata, jawabannya adalah tidak.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Satu hal yang menarik, meskipun mereka tutup di AS dan Eropa, OnePlus tetap berjanji bakal dukung ponsel yang udah mereka rilis sebelumnya. Jadi, kalau kamu udah punya ponsel OnePlus, tenang aja, kamu masih bisa dapet support dari mereka. Cuma, ponsel baru udah nggak ada lagi.

Sebelumnya, OnePlus sempat membantah rumor tentang penutupan ini. Tapi pernyataan terbaru mereka cukup jelas, meskipun dikemas dengan bahasa yang hati-hati. Mereka bilang, 'Sebagai bagian dari penyesuaian strategi global, OnePlus memutuskan untuk menghentikan peluncuran produk baru di Eropa dan Amerika Utara.'

Ini bikin banyak orang penasaran, apa yang bakal terjadi selanjutnya? Apakah mereka bakal fokus ke pasar lain yang lebih menguntungkan? Atau mungkin bakal ada kejutan lain dari OnePlus? Yang pasti, ini jadi babak baru buat mereka dan para penggemar ponsel di seluruh dunia.

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Ars Technica

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari Ars Technica.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica
#Technology#ArsTechnica#rss