Katalyst Space Technologies kejar satelit Swift NASA yang terancam jatuh. Ini misi pertama yang unik, simak selengkapnya!

Jadi, di atas lautan Pasifik yang sepi, ada roket yang diluncurkan pas weekend Hari Kemerdekaan. Roket ini bukan sembarang roket, tapi roket yang bakal ngejar satelit Swift milik NASA yang lagi terancam jatuh dari orbit. Misi ini bener-bener unik, soalnya belum pernah ada yang kayak gini sebelumnya. Bayangkan, NASA sampai minta bantuan perusahaan komersial buat nyelamatin satelitnya yang udah di ujung tanduk.

Katalyst Space Technologies, perusahaan yang terpilih, langsung ngasih tawaran terbaik. Mereka dapet kontrak dari NASA bulan September tahun lalu untuk bikin dan ngeluncurin misi penyelamatan ini. Dalam waktu kurang dari setahun, mereka berhasil bikin satelit Link yang beratnya hampir setengah ton, dan sekarang udah aman di orbit. Ini prestasi yang luar biasa, soalnya biasanya bikin satelit sebesar ini bisa makan waktu bertahun-tahun.

Misi ini bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal kerja keras tim Katalyst. Mereka harus ngetes semua sistem dan memastikan satelit Link bisa berfungsi dengan baik. Bayangkan aja, mereka harus ngelakuin semua ini sambil ngejar waktu, soalnya Swift udah di ambang jatuh. Katalyst harus memastikan Link bisa nyambung dan ngebantu Swift naik lagi ke orbit yang lebih aman.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Setelah peluncuran, Link bakal butuh beberapa minggu untuk sampai ke Swift. Ini tuh kayak nungguin teman yang lagi nyetir jauh, tapi kali ini yang ditunggu adalah satelit luar angkasa. Katalyst dan NASA berharap misi ini bisa jadi contoh buat proyek-proyek penyelamatan satelit di masa depan. Siapa tahu, ini bisa jadi langkah awal untuk lebih banyak misi serupa.

Jadi, kalau kamu penasaran gimana kelanjutan misi ini, stay tuned! Katalyst lagi berusaha keras dan kita semua berharap Swift bisa diselamatkan. Misi ini bisa jadi awal dari era baru penyelamatan satelit. Siapa sangka, teknologi luar angkasa bisa bikin kita deg-degan kayak nonton film thriller, kan?

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Ars Technica

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari Ars Technica.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica
#Technology#ArsTechnica#rss