Pompa panas tetap laris di AS meski insentif pajak hilang. Apa yang bikin mereka tetap dicari? Simak selengkapnya!
Jadi, kamu mungkin mikir, kenapa sih pompa panas ini masih jadi primadona di AS? Padahal, baru-baru ini insentif pajak buat pompa panas udah hilang. Tapi, penjualannya malah naik 32% dibandingkan pemanas gas. Ini udah jadi tren selama empat tahun terakhir, dan kayaknya nggak ada tanda-tanda bakal melambat. Gila, kan?
Pompa panas ini sebenarnya keren banget. Mereka itu pakai listrik untuk memindahkan panas dari satu tempat ke tempat lain. Jadi, mereka lebih efisien dan lebih murah buat dioperasikan dibandingkan pemanas gas atau minyak. Plus, mereka juga bisa dipakai buat mendinginkan ruangan. Jadi, satu alat bisa dua fungsi, cuan banget!
Meskipun pompa panas ini lebih mahal buat dibeli dan dipasang dibandingkan pemanas gas, banyak pemerintah yang kasih insentif buat mendorong orang-orang pakai pompa panas. Di AS, orang yang pasang pompa panas antara 2023 dan 2025 bisa dapat potongan pajak sampai $2.000. Tapi sayangnya, insentif ini udah hilang sejak 1 Januari 2026.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Nah, yang menarik, meski insentifnya hilang, penjualan pompa panas malah naik. Lucas Davis, seorang ekonom energi dari UC Berkeley, bilang kalau pasar pompa panas di AS cukup kuat. Artinya, orang-orang tetap mau pasang pompa panas meskipun tanpa insentif. Ini beda banget sama yang terjadi sama mobil listrik yang penjualannya anjlok setelah potongan pajaknya hilang.
Kita juga harus ingat, pompa panas ini udah jadi teknologi yang diakui. MIT Technology Review bahkan masukin pompa panas ke dalam daftar teknologi terobosan mereka. Jadi, meskipun ada tantangan, pompa panas tetap jadi solusi penting untuk mengurangi emisi karbon. Dan bukan cuma di AS, negara lain kayak China dan Jerman juga lagi gencar beralih ke pompa panas.
Jadi, walaupun ada banyak rintangan, pompa panas tetap menunjukkan bahwa mereka bisa jadi alat yang efektif untuk dekarbonisasi. Ini jadi kabar baik buat kita semua, soalnya teknologi yang ramah lingkungan ini makin banyak peminatnya.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
MIT Technology Review
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari MIT Technology Review.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review.
Baca artikel asli di MIT Technology Review→
