IBM jelasin kenapa sahamnya anjlok. CEO bilang AI nggak bunuh mainframe, tapi ada alasan di balik itu.
Jadi, minggu lalu, saham IBM anjlok gara-gara laporan penjualan mainframe yang kurang menggembirakan. Banyak orang jadi panik dan bertanya-tanya, apa sih yang sebenarnya terjadi? CEO IBM langsung angkat bicara dan bilang kalau AI bukan penyebab matinya mainframe. Dia malah bilang, AI itu bikin anggaran hardware perusahaan jadi berantakan, tapi ini cuma sementara, kok.
Kita semua tahu, AI lagi hype banget saat ini. Banyak perusahaan yang ngincar teknologi ini buat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Tapi, di sisi lain, ada dampak negatifnya juga. Anggaran untuk hardware jadi tergerus, soalnya perusahaan lebih milih investasi di AI daripada beli mainframe baru. Ini yang bikin penjualan mainframe jadi lesu.
CEO IBM juga menjelaskan bahwa meskipun penjualan mainframe turun, mereka tetap optimis. Mereka percaya kalau mainframe masih punya peran penting dalam dunia bisnis, terutama buat perusahaan besar yang butuh sistem yang stabil dan aman. Jadi, jangan langsung putus asa, ya!
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Buat kamu yang penasaran, IBM tetap berkomitmen untuk mengembangkan teknologi mainframe dan AI secara bersamaan. Mereka percaya dua teknologi ini bisa saling melengkapi. Jadi, jangan salah sangka, mainframe nggak akan hilang begitu saja, meskipun AI lagi naik daun.
Nah, kalau kamu punya bisnis atau kerja di perusahaan besar, penting banget untuk memahami bagaimana AI bisa berpengaruh terhadap keputusan investasi. Jangan sampai terjebak dalam hype dan lupa sama kebutuhan dasar perusahaan. Mainframe masih bisa jadi solusi yang tepat, lho!
Akhirnya, CEO IBM menekankan bahwa mereka akan terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Jadi, meskipun ada tantangan, IBM yakin bisa tetap bersaing di pasar. Ini jadi pelajaran buat kita semua bahwa teknologi terus berkembang, dan kita harus siap menghadapi perubahan.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
TechCrunch
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari TechCrunch.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan TechCrunch.
Baca artikel asli di TechCrunch→
