Hopper bayar $35 juta karena tuduhan biaya tersembunyi. Yuk, simak cerita lengkapnya!

Jadi, Hopper, aplikasi travel yang banyak dipakai orang buat cari tiket pesawat dan hotel, baru aja terjebak masalah besar. Mereka setuju buat bayar $35 juta buat menyelesaikan tuduhan dari FTC tentang biaya tersembunyi yang mereka kenakan. Waduh, bisa kebayang kan betapa besar dampaknya?

Masalahnya, Hopper dituduh pakai trik-trik yang disebut 'dark patterns'. Ini tuh istilah buat desain yang bikin pengguna bingung dan akhirnya bayar lebih dari yang seharusnya. Jadi, banyak traveler yang merasa tertipu karena biaya yang muncul tiba-tiba pas mereka mau bayar. Gak enak banget, kan?

FTC, lembaga yang ngurusin perlindungan konsumen, bilang kalau Hopper bikin orang-orang salah paham tentang biaya dan manfaat layanan mereka. Misalnya, ada biaya tambahan yang gak jelas dan bikin total harga jadi lebih mahal dari yang diperkirakan. Ini jelas bikin kecewa banyak orang yang cuma mau liburan tanpa ribet.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Hopper sendiri udah bilang mereka bakal lebih transparan ke depannya. Mereka janji bakal memperbaiki cara mereka menampilkan informasi biaya supaya pengguna bisa lebih paham. Semoga aja ini beneran terjadi, soalnya banyak orang yang butuh kejelasan saat mau booking perjalanan.

Sementara itu, kasus ini jadi pengingat buat kita semua. Sebelum booking tiket atau hotel, penting banget buat cek semua biaya yang mungkin muncul. Jangan sampai kita jadi korban biaya tersembunyi yang bikin dompet bolong. Selalu baca syarat dan ketentuan dengan teliti, ya!

Nah, buat kamu yang sering pakai aplikasi travel, ini saat yang tepat buat lebih jeli. Jangan ragu buat bandingin harga dari beberapa sumber. Dengan begitu, kamu bisa dapetin cuan lebih dan terhindar dari biaya yang gak terduga. Happy traveling!

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

TechCrunch

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari TechCrunch.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan TechCrunch.

Baca artikel asli di TechCrunch
#Technology#TechCrunch#rss