Hiu putih besar dan spesies mesotermik lainnya menghadapi risiko overheating fatal karena perubahan iklim. Temukan mengapa predator lautan ini semakin rentan.

Bayangkan kamu punya AC bawaan di tubuh. Keren, kan? Itulah yang dimiliki hiu putih besar selama jutaan tahun. Mereka bisa menjaga suhu tubuh lebih hangat dari air laut sekitarnya.

Tapi keunggulan evolusi ini kini berbalik menjadi masalah besar. Lautan makin panas karena climate change, dan hiu-hiu ini berisiko overheating yang bisa fatal. Studi terbaru di jurnal Science mengungkap ancaman serius ini.

Hiu putih besar termasuk dalam kelompok spesies "mesotermik". Artinya, mereka aktif mengatur suhu tubuh sendiri. Beda dengan kebanyakan ikan yang ikut suhu air, spesies mesotermik ini punya metabolism lebih tinggi.

Advertisement

Masalahnya, metabolism tinggi butuh energi besar. Mereka perlu makan lebih banyak untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil. Ini jadi double jeopardy yang berbahaya.

Di satu sisi, air laut makin panas. Di sisi lain, persediaan makanan mereka menipis karena overfishing. Dua masalah besar datang bersamaan.

Ketika suhu air naik, hiu dan tuna besar harus berpindah ke perairan lebih dingin. Tapi pindah ke mana? Zona nyaman mereka semakin menyempit.

Ini bukan cuma masalah hiu putih besar. Beberapa spesies tuna besar juga dalam situasi sama. Mereka semua terjebak dalam spiral yang makin berbahaya.

Paradoksnya, kekuatan mereka jadi kelemahan. Kemampuan menjaga tubuh hangat dulu jadi keunggulan berburu. Sekarang jadi beban energi yang sulit ditanggung.

Lautan yang warming memaksa mereka bekerja ekstra keras. Bayangkan kamu pakai jaket tebal di ruangan tanpa AC. Itu kira-kira yang mereka rasakan.

Overfishing makin memperburuk situasi. Populasi prey species menurun drastis. Hiu-hiu ini harus berburu lebih jauh dengan energi yang makin terbatas.

Hasilnya? Stres fisiologis ekstrem. Banyak yang bisa mati sebelum sempat bereproduksi. Ini ancaman serius bagi kelangsungan spesies mereka.

Para peneliti memperingatkan: mesotermic species mungkin yang paling vulnerable terhadap ocean warming. Keunggulan evolusi mereka tidak lagi relevan di dunia yang berubah cepat.

Apa yang bisa kita ambil dari ini? Pertama, climate change dan overfishing adalah combo berbahaya yang tidak bisa dipisahkan. Solusi harus menangani keduanya bersamaan.

Kedua, spesies paling kuat sekalipun punya batas. Hiu putih besar selama ini dianggap apex predator yang tak terkalahkan. Tapi perubahan lingkungan bisa mengubah segalanya.

Ketiga, kita perlu marine protected area yang lebih luas. Ruang untuk hiu dan tuna besar berpindah makin sempit. Tanpa perlindungan, migrasi mereka terhambat.

Keempat, sustainable fishing practice bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Mengurangi overfishing memberi kesempatan spesies ini bertahan hidup.

Jadi, meski hiu putih besar terlihat menakutkan, mereka sebenarnya sangat rentan. Kehangatan tubuh yang dulu jadi senjata, kini jadi target. Dan kita punya tanggung jawab untuk membantu mereka bertahan.

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Ars Technica

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari Ars Technica.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica
#Technology#ArsTechnica#rss