Gemini 3.5 Live Translate dari Google bisa terjemahin 70+ bahasa dengan suara natural. Intonasi, pitch, kecepatan tetap sama.
Siapa yang nggak males denger suara Google Translate yang basi dan datar? Akhirnya Google ngeluarin solusi baru: Gemini 3.5 Live Translate.
Fitur ini nggak cuma nerjemahin kata per kata. Dia miripin intonasi, kecepatan ngomong, sampe pitch suara kamu. Jadinya lawan bicara ngerasa kayak ngobrol langsung sama orang beneran, bukan robot.
Google bilang teknologi ini udah jadi salah satu eksperimen machine learning andalan mereka sejak lama. Tapi selama ini demo-demo kerennya cuma bisa dinikmatin pakai HP Google, earbuds Pixel, atau setup khusus lainnya.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Tahun lalu, Google mulai bawa terjemahan real-time ke app Translate buat lebih banyak orang. Sekarang, lewat Gemini 3.5, jangkauannya makin gede dan latensinya makin kecil.
Gemini 3.5 Live Translate pake model speech-to-speech yang otomatis deteksi dan terjemahin lebih dari 70 bahasa. Kecepatannya cuma beda beberapa detik dari pembicara asli.
Google nambahin watermark SynthID di hasil suara buat alasan keamanan. Jadi meski suaranya kedengeran natural, tetap ada tanda kalo itu hasil AI.
Sayangnya, demo yang ditampilin semuanya direkam dalam kondisi terkontrol. Belum jelas gimana performanya di jalanan bising, warung kopi, atau pas acara keluarga rame.
Kabarnya sih model Pro-nya bakal rilis dalam beberapa minggu ke depan. Buat sekarang, yang tersedia adalah versi Flash.
Practical takeaway: kalo kamu sering ketemu turis asing atau kerja bareng tim internasional, siap-siap aja. Teknologi kayak gini bisa hapus masalah bahasa tanpa harus install app aneh-aneh atau beli gadget baru.
Satu pertanyaan sih: kalo AI udah bisa miripin suara kita seakurat ini, seberapa waspada kita perlu soal deepfake dan manipulasi suara? Google bilang watermark cukup, tapi apakah kamu yakin?
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Ars Technica
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari Ars Technica.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.
Baca artikel asli di Ars Technica→