Bob Iger kembali bergabung dengan Thrive Capital sebagai advisor setelah mundur dari posisi CEO Disney. Ini langkah barunya di dunia venture capital.
Bob Iger baru aja balik ke dunia venture capital. Setelah resmi cabut dari kursi CEO Disney, dia langsung gabung lagi sama Thrive Capital.
Posisinya kali ini? Advisor. Tapi ini bukan pertama kalinya sih buat dia.
Iger sebenernya udah punya hubungan lama sama Thrive. Dia pernah jadi venture partner di sana, plus dia juga punya stake atau saham di firm ini.
Jadi move ini lebih kayak 'balik ke rumah' ketimbang langkah baru yang asing.
Buat kamu yang belum familiar, Thrive Capital itu venture capital firm yang invest di startup-startup besar.
Portfolio mereka ada Instagram, Spotify, Slack, sama Stripe. Jadi ya, mereka main di kelas berat.
Keputusan Iger balik ke Thrive sebenernya masuk akal banget. Dia udah punya pengalaman bisnis puluhan tahun.
Dari ngurusin studio film, theme park, sampe streaming service kayak Disney+. Semua skill itu relevan buat nge-guide startup yang lagi scale up.
Apalagi Thrive fokusnya ke growth-stage companies. Startup yang udah buktiin product-market fit dan butuh duit buat ekspansi.
Iger bisa bantu dari sisi strategic planning, partnership besar, sampe navigasi regulasi yang rumit.
Ini juga nunjukin pattern yang sering kejadian: eksekutif besar dari corporate world pindah ke VC setelah pensiun atau resign.
Mereka bawa network, credibility, sama battle scars dari ngurusin company dengan skala masif.
Buat startup di portfolio Thrive, kehadiran Iger bisa jadi game changer. Bayangin aja pitch meeting sama investor, terus Iger yang bantu backing.
Atau pas lagi nego partnership sama media company atau entertainment giant. Iger kenal semua orang di industri itu.
Tapi ada sisi menarik lainnya. Iger kan baru aja struggle di Disney beberapa tahun terakhir.
Streaming wars, profit pressure, sama transisi leadership yang nggak mulus. Mungkin dia emang butuh fresh start di environment yang lebih agile.
VC world itu beda banget sama corporate giant kayak Disney. Decision-making lebih cepat, hierarki lebih flat, risiko yang diambil juga beda.
Buat Iger, ini bisa jadi cara tetap stay relevant di tech scene tanpa beban ngurusin 200 ribu karyawan.
Satu hal yang bisa dipelajari dari sini: karir di tech dan business itu nggak linear.
Kamu bisa pindah dari operator jadi investor, dari corporate jadi startup, atau balik lagi kayak Iger.
Yang penting adalah build reputation dan network yang bisa kamu leverage di berbagai konteks.
Iger nggak mulai dari nol di Thrive. Dia udah punya equity dan relationship yang dibangun dari tahun sebelumnya.
Jadi takeaway praktisnya: selalu maintain good relationship, bahkan sama tempat kerja lama atau partner bisnis yang pernah kamu tinggalin.
Kamu nggak pernah tahu kapan path kamu bakal bersilangan lagi sama mereka.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
TechCrunch
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari TechCrunch.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan TechCrunch.
Baca artikel asli di TechCrunch→


