Blue Origin mencetak sejarah dengan reflight booster orbital, namun upper stage New Glenn gagal mencapai orbit. Apa artinya bagi program Artemis NASA?

Blue Origin akhirnya berhasil melakukan reflight booster orbital pertama mereka. Tapi sayangnya, sukses di bagian bawah malah dibayangi masalah di atas.

Ini terjadi di penerbangan ketiga New Glenn, roker heavy-lift milik Jeff Bezos. Roket setinggi 98 meter itu lepas landas dari Cape Canaveral, Florida, Minggu pagi waktu setempat.

Tujuh mesin BE-4 yang pakai methane berhasil mengangkat roket melewati kecepatan suara dalam waktu sekitar satu setengah menit. Tiga menit kemudian, booster matikan mesin dan lepas dari upper stage.

Advertisement

Sampai sini semua berjalan lancar. Booster turun kembali dan berhasil mendarat di kapal di Atlantik. Ini pertama kalinya Blue Origin bisa pakai ulang komponen orbital class.

Tapi masalah muncul di upper stage. Dua mesin BE-3U yang pakai hydrogen cair dan oksigen cair gagal mengantar payload ke orbit yang seharusnya. NASA langsung konfirmasi kegagalan ini.

Kenapa ini penting buat kamu? Karena New Glenn adalah bagian krusial dari program Artemis NASA. Roket ini rencananya bakal bantu kirim misi ke Bulan dalam beberapa tahun ke depan.

Jeff Bezos memang terkenal sabar dengan uang, tapi tekanan makin besar. SpaceX sudah jauh di depan soal reusable rocket, dan Blue Origin harus cepat mengejar kalau mau kompetitif.

Dari sisi teknis, masalah upper stage itu lebih rumit dari booster. Upper stage harus nyala lebih lama di vacuum, dengan engine restart yang presisi. Kalau ini gagal, seluruh misi bisa berantakan.

Praktisnya, kegagalan ini nunjukin betapa sulitnya spaceflight. Bisa landing booster itu satu hal. Tapi bikin seluruh sistem kerja mulus dari ujung ke ujung? Itu level yang beda sama sekali.

Buat yang ngikutin industri antariksa, ini reminder kalau reusable rocket bukan magic bullet. Butuh ratusan iterasi dan failure sebelum jadi reliable. SpaceX juga pernah ngalamin ini bertahun-tahun lalu.

Apa selanjutnya? Blue Origin pasti bakal investigate dan coba lagi. Mereka punya kontrak NASA yang harus dipenuhi, dan Bezos nggak bakal menyerah gampang.

Takeaway praktis: inovasi besar selalu datang dengan risiko besar. Jangan kaget kalau startup atau teknologi baru kamu coba juga punya fase 'upper stage failure' sendiri. Yang penting iterasi cepat dan belajar dari data.

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

Ars Technica

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari Ars Technica.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.

Baca artikel asli di Ars Technica
#Technology#ArsTechnica#rss