Batasan donor sperma jadi topik hangat. Kenapa perlu dibatasi? Simak penjelasannya di sini.

Jadi, ada sebuah organisasi di Eropa yang bilang kalau donor sperma itu perlu batasan. Bayangkan aja, ada donor yang udah bikin ratusan anak di berbagai negara! Mereka pengen supaya setiap donor cuma bisa menyumbang sperma untuk 50 keluarga, dengan harapan bisa turun lagi jadi 15 keluarga. Gimana menurut kamu, terlalu banyak nggak sih?

Masalahnya, aturan di setiap negara itu beda-beda. Misalnya, di Denmark, satu donor cuma boleh bikin anak untuk 12 keluarga, tapi mereka juga ekspor sperma ke seluruh dunia. Jadi, susah banget buat nerapin aturan yang sama di semua negara. Ini bikin banyak orang yang terjebak dalam situasi yang rumit, terutama yang lahir dari donor.

Contohnya, ada seorang donor dari Belanda yang udah punya 550-600 anak! Bayangkan, anak-anak ini bisa jadi punya saudara yang mereka nggak tahu ada di mana. Ties van der Meer, salah satu orang yang lahir dari donor, bilang dia bahkan nggak tahu berapa banyak saudara kandungnya. Dia merasa ini jadi masalah besar, soalnya anak-anak punya hak untuk tahu siapa orang tua biologis mereka.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Di banyak negara, donor sperma dan telur udah dilarang anonim. Tapi, meskipun ada larangan, masih banyak cara untuk menemukan identitas orang tua biologis. Misalnya, lewat tes genetik yang ditawarkan oleh perusahaan seperti Ancestry dan 23andMe. Ini bikin orang-orang yang lahir dari donor bisa lebih mudah menemukan saudara atau orang tua mereka.

Ada juga risiko lain yang perlu dipikirkan. Misalnya, kalau anak-anak dari satu donor yang sama nggak tahu satu sama lain, bisa jadi mereka terlibat dalam hubungan yang nggak seharusnya. Selain itu, ada kekhawatiran soal mutasi genetik yang berbahaya. Satu donor di Denmark ternyata punya mutasi genetik yang bikin risiko kanker tinggi, dan udah ada 197 anak yang lahir dari sperma dia. Beberapa dari mereka bahkan udah meninggal karena kanker.

Beberapa negara udah punya batasan hukum untuk donor. Di Malta dan Siprus, misalnya, satu donor cuma boleh bikin satu anak. Di Inggris, batasan ada di 10 keluarga per donor. Tapi, karena banyak donor yang menyumbang ke negara lain, nerapin batasan ini jadi susah. Makanya, banyak yang setuju kalau perlu ada batasan internasional untuk donor sperma ini.

Jadi, ESHRE (European Society of Human Reproduction and Embryology) lagi dorong supaya ada batasan donor di Eropa. Mereka pengen supaya setiap donor cuma bisa menyumbang untuk 50 keluarga, dan berharap bisa turun jadi 15. Ini masih dianggap tinggi, tapi setidaknya ini langkah awal yang baik. Kita semua berharap bisa ada aturan yang lebih jelas dan adil buat semua pihak.

Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

MIT Technology Review

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Technology update dari MIT Technology Review.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan MIT Technology Review.

Baca artikel asli di MIT Technology Review
#Technology#MITTechnologyReview#rss