Blue Origin dan China bersaing mendarat di Kawah Shackleton Bulan akhir 2025. Siapa yang bakal duluan? Yuk, bahas misi ambisius kedua negara ini.
Akhir tahun ini bakal seru banget di dunia antariksa. Dua pesawat luar angkasa dari dua negara berbeda rencananya mendarat di tempat yang hampir sama di Bulan.
Targetnya? Kawah Shackleton di kutub selatan Bulan. Tempat ini spesial karena punya cadangan es air yang super besar. Es ini bisa jadi sumber hidrogen dan oksigen buat bahan bakar roket, atau bahkan air minum buat astronaut nanti.
Yang satu datang dari Amerika Serikat, yang satu dari China. Keduanya punya misi yang ambisius banget, dan jarak pendaratannya cuma beda beberapa kilometer doang.
Pesawat pertama adalah Endurance dari Blue Origin, perusahaan milik Jeff Bezos. Ini bakal jadi lander bulan terbesar dalam sejarah, bahkan lebih gede dari modul Apollo yang bawa astronaut ke Bulan 50 tahun lalu.
Bayangin, sesuatu yang lebih besar dari kendaraan yang pernah bawa manusia ke Bulan, tapi ini versi robot tanpa awak. Teknologinya jelas beda jauh dari zaman Apollo.
Pesawat kedua adalah Chang'e 7 dari China. Meski landernya lebih kecil, misinya nggak kalah kompleks. Mereka bawa orbiter, rover, dan yang paling keren—drone yang bisa melompat-lompat buat cari es tersembunyi.
Drone hopper ini unik banget. Dia bisa terbang ke tempat-tempat yang rover biasa nggak bisa jangkau, terus cari deposit es yang mungkin tertutup tanah atau batu.
Endurance baru aja berangkat dari NASA Johnson Space Center di Houston Sabtu lalu. Perjalanannya naik tongkang kembali ke Cape Canaveral, Florida.
Di sana, lander ini bakal disiapin buat diluncur pakai roket New Glenn, heavy-lift rocket milik Blue Origin sendiri. Sebelum berangkat, Endurance udah lewati tes komprehensif buat pastikan dia kuat bertahan di suhu ekstrem permukaan Bulan.
Nggak mau kalah, Chang'e 7 udah sampai duluan di spaceport Pulau Hainan di Laut China Selatan. Mereka lagi proses integrasi sama roket Long March 5, heavy-lifter andalan China.
Jadi kedua tim ini bener-bener berbarengan persiapannya. Bedanya cuma beberapa hari aja timeline-nya.
Kenapa sih Shackleton Crater jadi rebutan? Selain es yang banyak, lokasinya di kutub selatan punya keuntungan unik. Beberapa bagian kawah ini nggak pernah kena sinar matahari langsung, jadi esnya tetap beku stabil miliaran tahun.
Tapi tepi kawahnya justru kena cahaya matahari terus-menerus. Jadi astronaut bisa manfaatin energi surya sambil akses es di deketnya. Kombinasi yang sempurna buat base permanen di Bulan.
Ini bukan cuma soal siapa yang duluan mendarat. Yang lebih penting adalah siapa yang berhasil operasi di sana dan dapet data berharga tentang es.
Data ini bakal menentukan di mana NASA dan partner internasional bakal bangun base Artemis mereka. Jadi misi ini punya implikasi strategis jangka panjang.
Buat kamu yang ngikutin perkembangan antariksa, tahun ini bakal jadi momen penting. Kita bisa lihat langsung bagaimana komersialisasi ruang angkasa (Blue Origin) bersaing sama pendekatan nasional tradisional (China).
Dua model berbeda, satu tujuan sama: jadi yang pertama eksploitasi sumber daya Bulan secara efektif.
Praktisnya, kalau kamu tertarik bidang ini, sekarang waktunya mulai pelajari lebih dalam tentang in-situ resource utilization atau ISRU. Itu istilah keren buat pemanfaatan sumber daya lokal di tempat tujuan.
ISRU bakal jadi skill super dicari di industri antariksa 10-20 tahun ke depan. Mulai dari teknik pertambangan di gravitasi rendah sampai pemrosesan es jadi bahan bakar.
Yang jelas, balapan ke Bulan udah nggak kayak zaman Cold War dulu. Kini ada aktor komersial besar, tujuan ekonomis jelas, dan teknologi yang jauh lebih canggih. Kita semua bakal jadi saksi sejarah.
Technology lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Ars Technica
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Technology update dari Ars Technica.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Ars Technica.
Baca artikel asli di Ars Technica→


