Yuga Labs menyelesaikan gugatan hukum terhadap seniman yang diduga menyalin NFT Bored Ape Yacht Club. Simak detail kasusnya dan pelajaran penting soal hak cipta di dunia kripto.

Yuga Labs akhirnya berdamai dengan Ryder Ripps dan Jeremy Cahen. Kasus hukum yang berlangsung sejak Juni 2022 ini akhirnya tuntas juga.

Dulu Yuga Labs nggak terima banget sama karya yang mereka anggap mirip Bored Ape Yacht Club (BAYC). Ripps dan Cahen dianggap nyontek desain kartun monyet ikonik itu terus jualan NFT tiruannya.

Perang hukum ini sempet ramai di komunitas kripto. Banyak yang ngehakimi, banyak juga yang bingung: sejauh mana sih batas inspirasi dan plagiat di dunia NFT?

Advertisement

Detail kesepakatannya memang dirahasiakan. Tapi yang jelas, kedua belah pihak udah sepakat buat mengakhiri konflik ini.

Buat kamu yang aktif di dunia NFT, kasus ini punya pelajaran penting. Hak cipta di ruang digital itu nyata dan bisa berujung pengadilan.

Jangan asal recolor atau sedikit modifikasi karya orang terus dijual. Meski blockchain terdesentralisasi, hukum tetap berlaku.

Kalau kamu creator, selalu dokumentasikan proses kreatifmu. Simpan sketch, timestamp, dan bukti lain kalau karya itu emang orisinal.

Buat collector, hati-hati beli NFT yang desainnya mirip proyek besar. Bisa-bisa itu ternyata hasil plagian dan nilainya anjlok kapan aja.

Kasus Yuga Labs vs Ripps ini nunjukin kalau industri NFT makin matang. Player besar nggak segan-segan bela hak kekayaan intelektual mereka.

Di sisi lain, ini juga pengingat buat semua creator: orisinalitas itu mahal harganya. Lebih baik susah payah bikin karya sendiri daripada enak-enakan nyontek terus kena gugatan.

Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

CoinTelegraph

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Crypto update dari CoinTelegraph.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinTelegraph.

Baca artikel asli di CoinTelegraph
#Crypto#CoinTelegraph#rss