Strategy membeli 34.164 Bitcoin senilai $2,54 miliar, menjadi pembelian terbesar ketiga dalam sejarah perusahaan. Pelajari strategi akumulasi BTC mereka.
Strategy kembali membuat gebrakan di dunia kripto. Perusahaan yang dulu bernama MicroStrategy ini baru saja memborong 34.164 Bitcoin dengan nilai total $2,54 miliar.
Ini adalah pembelian terbesar ketiga dalam sejarah perusahaan. Kalau kamu sudah lama mengikuti perkembangan Bitcoin, pasti familiar dengan nama Strategy dan pendirinya, Michael Saylor.
Yang menarik, pembelian besar-besaran ini didanai dari penjualan saham preferen perpetual dan saham biasa perusahaan. Mereka menggunakan ticker STRC untuk saham preferen tersebut.
Strategi ini sebenarnya sudah berjalan cukup lama. Strategy memang terkenal dengan pendekatan agresif dalam mengakumulasi Bitcoin sebagai aset treasury utama mereka.
Bukan rahasia lagi kalau Michael Saylor adalah salah satu bull Bitcoin paling vokal di Wall Street. Dia percaya Bitcoin adalah store of value terbaik untuk melawan inflasi jangka panjang.
Metode pendanaan mereka cukup unik. Alih-alih menggunakan kas operasional, Strategy memilih menerbitkan saham baru untuk mengumpulkan dana pembelian Bitcoin.
Ini sebenarnya double-edged sword. Di satu sisi, mereka bisa terus membeli BTC tanpa menguras cash flow bisnis utama. Tapi di sisi lain, ada dilution bagi pemegang saham existing.
Kalau kamu investor pemula, mungkin bertanya-tanya: kenapa perusahaan software malah jadi seperti ETF Bitcoin?
Jawabannya sederhana. Strategy melihat Bitcoin sebagai opportunity yang lebih besar daripada bisnis software mereka sendiri. Mereka secara efektif menjadi leveraged play on Bitcoin.
Harga rata-rata pembelian kali ini belum diungkap secara detail. Tapi kalau melihat rentang waktu transaksi minggu lalu, kemungkinan besar entry price mereka berada di kisaran $74.000-$75.000 per BTC.
Ini menarik karena harga Bitcoin memang sedang dalam tren bullish. Strategy biasanya tidak timing the market, tapi mereka juga tidak ragu membeli saat harga sedang naik.
Total holding Bitcoin Strategy sekarang sudah mencapai ratusan ribu BTC. Mereka adalah corporate holder terbesar di dunia, jauh melebihi Tesla atau Block.
Bagi kamu yang consider untuk mengikuti strategi serupa, ada beberapa takeaway praktis yang bisa dipelajari.
Pertama, dollar-cost averaging (DCA) itu penting. Strategy membeli secara konsisten, bukan mencoba perfect timing. Mereka sudah membuktikan ini berhasil selama bertahun-tahun.
Kedua, punya conviction yang kuat. Strategy tidak panik sell saat Bitcoin crash 50% atau lebih. Mereka justru melihatnya sebagai opportunity untuk akumulasi lebih banyak.
Ketiga, jangan pakai uang yang kamu butuhkan dalam waktu dekat. Strategy menggunakan equity financing, bukan debt berbunga tinggi yang bisa liquidate mereka saat market turun.
Tentu saja, risiko tetap ada. Kalau Bitcoin mengalami bear market panjang, valuasi Strategy akan terpukul sangat keras. Saham mereka bergerak hampir seperti 2x leveraged Bitcoin.
Tapi sampai sekarang, strategi mereka berhasil. Michael Saylor sering bilang: 'Bitcoin is the exit strategy from the traditional financial system.'
Apakah kamu setuju dengan pandangan tersebut? Atau kamu lebih prefer diversifikasi ke aset lain juga? Yang pasti, pergerakan Strategy selalu worth watching untuk para pengamat kripto.
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinDesk
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinDesk.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.
Baca artikel asli di CoinDesk→


