Cofounder Paxos Labs jelaskan gimana stablecoin bisa bantu bisnis potong biaya, buka akses kredit, dan hasilin yield. Plus, kapan perusahaan perlu bikin token sendiri.

Dengerin ini. Stablecoin ternyata bukan cuma alat transfer uang digital. Kalau dipakai dengan benar, bisnismu bisa ubah pengeluaran jadi sumber pendapatan.

Chunda McCain, cofounder Paxos Labs, bilang ada tiga cara utama perusahaan bisa manfaatin stablecoin. Pertama, motong biaya operasional yang biasanya gede banget di sistem perbankan tradisional.

Kedua, stablecoin bisa bantu bisnis akses kredit yang sebelumnya sulit didapet. Ketiga, dan yang paling menarik, perusahaan bisa dapet yield pasif dari dana idle mereka.

Advertisement

Bayangin aja. Duit nganggur di rekening cuma dapet bunga minim, tapi kalau dimasukin ke protokol DeFi yang proper, return-nya bisa jauh lebih oke. Tentunya dengan risiko yang perlu dihitung juga.

Tapi McCain kasih catatan penting. Nggak semua perusahaan harus bikin stablecoin sendiri. Ini kesalahan yang sering terjadi, banyak bisnis mikir harus launch token buat ikutan ekosistem.

Padahal, pakai stablecoin yang udah ada dan trusted itu jauh lebih praktis. Contohnya USDP dari Paxos atau USDC dari Circle. Token ini udah regulated dan punya track record.

Yang perlu difokusin adalah gimana integrasi stablecoin ke cash flow bisnis. Bukan bikin produk crypto baru yang malah bikin operasional jadi rumit.

Untuk bisnis yang handle cross-border payment, stablecoin bisa motong waktu settlement dari hari jadi menit. Fee-nya juga lebih transparan, nggak ada hidden cost bank koresponden.

Terus soal yield, McCain bilang ini opportunity yang sering dilewatkan. Treasury perusahaan bisa allocate sebagian dana ke money market protocols yang backed by real assets.

Tapi ya, due diligence wajib. Perusahaan harus paham counterparty risk, smart contract risk, dan regulatory landscape di jurisdiksi masing-masing.

Intinya, stablecoin itu tool. Kayak hammer, bisa bangun rumah bisa juga bikin jari bengkak. Yang penting paham kapan dan gimana pakenya.

Takeaway praktis: kalau kamu run bisnis, coba audit dulu cash flow dan payment flow. Identifikin bagian mana yang paling banyak makan biaya dan waktu. Itu titik masuk paling masuk akal buat mulai eksplor stablecoin.

Nggak perlu jadi crypto company buat dapet benefit dari stablecoin. Cukup jadi company yang smart dengan treasury management.

Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

CoinDesk

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Crypto update dari CoinDesk.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.

Baca artikel asli di CoinDesk
#Crypto#CoinDesk#rss