Volume stablecoin diprediksi tembus $719 triliun pada 2035. Generasi muda yang crypto-native jadi motor utama adopsi pembayaran digital ini.

Bayangin aja, $719 triliun. Angka itu bukan GDP negara, tapi prediksi volume transaksi stablecoin global pada 2035. Gila banget, kan?

Yang bikin ini makin menarik adalah siapa yang bakal jadi pengguna utamanya. Bukan orang-orang yang sekarang rajin pakai kartu kredit, tapi generasi muda yang udah lahir bareng internet dan nggak asing sama crypto.

Disebutnya 'generational wealth shift' — alias transfer kekayaan antar generasi. Orang tua dan kakek-nenek kamu mungkin masih nyimpan duit di deposito dan obligasi. Tapi anak muda sekarang? Mereka lebih nyaman pegang USDC atau USDT di wallet digital.

Advertisement

Nggak cuma soal investasi, sih. Stablecoin makin sering dipakai buat pembayaran sehari-hari. Beli kopi, bayar tagihan, kirim uang ke luar negeri — semua bisa lewat crypto tanpa ribet perantara bank.

Ini yang bikin Visa dan Mastercard mulai was-was. Dua raksasa pembayaran ini udah decades mendominasi, tapi teknologi blockchain datang dengan cara yang lebih cepat dan lebih murah.

Kenapa stablecoin jadi pilihan? Sederhana aja. Harganya stabil karena dipatok ke mata uang fiat kayak dolar AS. Jadi kamu dapat keuntungan teknologi blockchain tanpa stres lihat harga naik turun kayak Bitcoin.

Transfer antar negara jadi contoh paling nyata. Kirim $1000 ke Amerika pakai bank tradisional? Bisa makan waktu 3-5 hari dengan biaya $30-50. Pakai stablecoin? Cuma beberapa menit dengan biaya di bawah $1.

Generasi Z dan millennials yang bakal mewarisi triliunan dolar dalam dekade mendatang punya preferensi berbeda. Mereka nggak percaya sama sistem keuangan tradisional yang bikin krisis 2008. Mereka mau kontrol penuh atas aset sendiri.

Data menunjukkan adopsi crypto di kalangan usia 18-34 tahun jauh lebih tinggi dibanding kelompok yang lebih tua. Dan ini bukan tren sementara — mereka yang udah mulai pakai crypto cenderung tetap setia dan malas balik ke sistem lama.

Bukan berarti Visa dan Mastercard bakal lenyap besok, ya. Dua perusahaan ini juga lagi adaptasi dengan teknologi blockchain. Tapi dominasi mereka yang selama ini hampir tanpa saingan kini punya pesaing serius.

Praktisnya buat kamu? Mulai paham cara kerja stablecoin dan wallet digital nggak lagi jadi opsi, tapi kebutuhan. Dunia keuangan berubah cepat, dan yang ngerti teknologi ini bakal punya keunggulan.

Coba-coba pakai stablecoin buat transfer kecil-kecilan dulu. Rasain bedanya. Siapa tahu dalam beberapa tahun, kartu debit fisik kamu bakal lebih sering nganggur di dompet.

Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

CoinDesk

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Crypto update dari CoinDesk.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.

Baca artikel asli di CoinDesk
#Crypto#CoinDesk#rss