Glassnode RHODL ratio di angka 4.5 jadi sinyal kuat bahwa bitcoin mungkin sudah sentuh bottom. Pelajari cara membaca metrik on-chain ini untuk timing investasi.

Lagi-lagi bitcoin bikin investor deg-degan. Harga naik turun, dan pertanyaan yang sama muncul: ini bottom atau masih ada jatuh lagi?

Nah, ada satu metrik dari Glassnode yang worth banget kamu perhatiin. Namanya RHODL ratio.

Angka 4.5 jadi level yang sering dibahas analis akhir-akhir ini. Kenapa penting? Karena historically, zona ini sering nandain akhir dari fase bear market.

Advertisement

RHODL ratio itu basically membandingkan value yang dihold oleh short-term holder versus long-term holder. Simple tapi powerful.

Ketika ratio tinggi, artinya banyak coin baru yang beredar—tanda spekulasi lagi gencar. Tapi kalau ratio turun ke level kayak 4.5, itu sinyal long-term holder mulai dominan lagi.

Dan ini yang menarik. Pattern yang kita lihat sekarang mirip sama koreksi-koreksi siklus sebelumnya, bukan karakteristik puncak bull market.

Bedanya apa? Di late-stage top, RHODL biasanya spike tinggi karena retail FOMO masuk. Sekarang? Justru sebaliknya.

Long-term holder yang udah hold bertahun-tahun malah nambah posisi atau nggak jual. Ini behavior yang beda banget sama euphoria phase.

Glassnode sendiri note bahwa distribusi dari old coin ke new holder udah melambat signifikan. Artinya? Supply squeeze bisa terjadi kalau demand naik.

Tapi inget ya, metrik on-chain itu bukan crystal ball. RHODL ratio bagus untuk konteks makro, bukan untuk timing entry harian.

Kamu bisa pakai ini sebagai confirmation tool aja. Misalnya, kalau harga stabil di support sementara RHODL di zona 4.5, itu kombinasi yang cukup kuat.

Practical takeaway-nya gini: jangan panik sell kalau lagi koreksi. Perhatiin siapa yang lagi akumulasi. Kalau smart money (long-term holder) diam-diam nambah, itu biasanya sinyal positif.

Yang perlu diwaspadai justru kalau RHODL naik tajam lagi ke atas 10 sementara harga masih flat atau turun. Itu bisa jadi tanda distribusi besar-besaran.

Untuk sekarang, data menunjukkan akumulasi phase masih berlangsung. Bukan jaminan harga langsung to the moon, tapi konteksnya lebih mirip bottoming structure.

Bottom line: RHODL ratio 4.5 itu bukan buy signal otomatis, tapi konteks historisnya mendukung narrative bahwa risiko downside udah lebih terbatas dibanding upside potential.

Kombinasiin aja sama metrik lain kayak MVRV ratio atau exchange outflow. Semakin banyak confluence, semakin kuat conviction-nya.

Yang jelas, cycle bitcoin ini masih berjalan. Dan data on-chain sekarang lebih mirip 2019 atau mid-2020 daripada 2021 peak. Make of that what you will.

Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

CoinDesk

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Crypto update dari CoinDesk.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.

Baca artikel asli di CoinDesk
#Crypto#CoinDesk#rss