Penelitian akademis terbaru mengungkap betapa sulitnya menyerang Bitcoin dengan komputer quantum, dan mengapa banyak klaim 'breakthrough' quantum sebenarnya tidak sehebat yang dibayangkan.

Kamu pernah dengar soal ancaman quantum computing ke Bitcoin? Banyak orang khawatir suatu hari nanti komputer quantum bakal merusak keamanan blockchain. Tapi ternyata, serangan semacam itu butuh energi yang nggak masuk akal.

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa menyerang Bitcoin pakai quantum mining butuh energi setara sebuah bintang. Bukan bintang kecil, lho. Maksudnya energi yang sangat-sangat besar sampai praktis mustahil.

Ini jadi penenang buat kamu yang investasi di kripto. Ancaman quantum ke Bitcoin memang teoretis, tapi eksekusinya jauh dari realistis.

Advertisement

Advertisement

Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.

Sementara itu, ada penelitian lain yang lebih kocak. Para peneliti berhasil meniru setiap 'quantum factoring breakthrough' besar pakai komputer rumahan tahun 1981.

Ya, komputer jadul. Dan yang lebih lucu? Mereka juga pakai bantuan seekor anjing. Ini bukan lelucon semata, tapi kritik tajam ke hype quantum computing.

Banyak klaim 'terobosan quantum' yang viral ternyata bisa ditiru pakai hardware super sederhana. Artinya, kemajuan yang dikabarkan media sering kali dibesar-besarkan.

Jadi gimana sih sebenarnya posisi Bitcoin menghadapi ancaman quantum? Secara teori, algoritma Shor bisa memecahkan kriptografi yang dipakai Bitcoin. Tapi dalam praktik? Belum ada komputer quantum yang cukup kuat.

Google pernah klaim 'quantum supremacy' di 2019. Tapi komputer mereka masih jauh dari yang dibutuhkan buat ngeretas Bitcoin. Butuh jutaan qubit, sementara yang ada sekarang baru ratusan.

Selain itu, error rate komputer quantum masih terlalu tinggi. Semakin banyak qubit, semakin sulit menjaga stabilitasnya. Ini masalah fundamental yang belum terpecahkan.

Bitcoin juga nggak diam aja. Developer sudah mulai riset soal 'post-quantum cryptography'. Ini algoritma baru yang dirancang tahan serangan quantum.

Beberapa proposal sudah ada, seperti hash-based signatures dan lattice-based cryptography. Upgrade ini bisa dilakukan via soft fork kalau memang dibutuhkan.

Jadi ancaman quantum itu nyata, tapi timeline-nya masih sangat panjang. Estimasi paling optimis pun bilang butuh 10-20 tahun lagi.

Yang menarik dari penelitian 'komputer 1981 dan anjing' ini adalah soal narasi media. Kita sering kali terlalu cepat percaya headline bombastis tanpa cek fakta.

Quantum computing memang teknologi menjanjikan. Tapi jangan langsung panik tiap kali ada berita 'breakthrough'. Biasanya ada konteks yang hilang dari cerita lengkapnya.

Buat kamu yang hodl Bitcoin, takeaway praktisnya sederhana. Jangan terlalu khawatir soal quantum threat dalam waktu dekat. Fokus aja ke hal yang lebih relevan sekarang.

Tapi tetap aware juga. Kalau quantum computing benar-benar matang, seluruh internet perlu upgrade, bukan cuma Bitcoin. Ini masalah global, bukan cuma masalah kripto.

Intinya? Bitcoin masih aman. Ancaman quantum ada di radar, tapi masih sangat jauh. Dan banyak hype di luar sana yang sebenarnya nggak seserius yang dibayangkan.

Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

CoinDesk

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Crypto update dari CoinDesk.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.

Baca artikel asli di CoinDesk
#Crypto#CoinDesk#rss