Senat dan DPR setuju blokir CBDC hingga 2030 dalam 21st Century ROAD to Housing Act. Apa artinya bagi ekonomi digital?
Barusan ada kabar seru dari Washington: Senat dan DPR akhirnya sepakat dalam satu paket undang‑undang yang namanya 21st Century ROAD to Housing Act.
Tapi yang bikin heboh bukan soal rumah, melainkan satu pasal yang ngelarang Federal Reserve buat ngeluarin digital dollar sampai tahun 2030.
Jadi, meski banyak negara udah nyoba CBDC (Central Bank Digital Currency), Amerika masih “ngin‑in” dulu dulu dulu.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Kenapa? Pemerintah bilang fokus dulu ke krisis perumahan, alih-alih ngurusin mata uang digital yang masih rawan.
Pasal itu dulu sempat hilang dalam proses legislasi, tapi akhirnya di‑revive lewat kompromi antara dua kamar.
Kalau kamu penasaran, CBDC itu semacam uang elektronik yang dikelola langsung oleh bank sentral, beda sama crypto yang terdesentralisasi.
Digital dollar yang dibahas di sini bakal jadi versi resmi dari dolar AS yang bisa dipakai lewat smartphone, tanpa harus pakai kertas.
Namun, ada banyak pertanyaan: Apakah CBDC bakal mengancam privasi? Atau justru bikin transaksi lebih cepat dan murah?
Sebagian pakar ekonomi bilang, menunda peluncuran sampai 2030 memberi waktu buat regulasi yang lebih matang.
Mereka khawatir kalau langsung diluncurin, sistem keamanannya belum siap, dan bisa jadi ladang serangan siber.
Di sisi lain, fintech dan startup blockchain ngerasa kecewa karena peluang inovasi jadi terhambat.
Mereka berharap pemerintah bisa kasih “sandbox” regulasi supaya eksperimen tetap jalan tanpa mengganggu kebijakan utama.
Sementara, konsumen biasa mungkin belum terlalu merasakan dampak langsung, kecuali kalau mereka udah pakai layanan digital yang terintegrasi dengan bank.
Kalau kamu pakai aplikasi pembayaran yang terhubung ke bank, kemungkinan besar masih pakai sistem tradisional, bukan CBDC.
Bahkan, beberapa bank besar di AS sudah mulai riset internal tentang bagaimana CBDC bisa diintegrasikan ke layanan mereka.
Tapi semua itu harus menunggu keputusan final setelah 2030, jadi masih ada ruang buat debat dan riset lebih dalam.
Kebijakan ini juga berpotensi memengaruhi pasar crypto di AS, karena banyak investor menganggap CBDC sebagai kompetitor potensial.
Jika digital dollar muncul, mungkin akan ada regulasi baru yang memaksa pertukaran crypto untuk menyesuaikan diri.
Namun, hingga saat ini, regulator masih menekankan pentingnya melindungi konsumen dan menjaga stabilitas keuangan.
Intinya, deal ini menandai bahwa pemerintah AS masih berhati‑hati dalam mengadopsi teknologi keuangan baru.
Mereka lebih milih fokus dulu ke masalah perumahan, yang memang butuh dana besar dan solusi jangka panjang.
Jadi, kalau kamu penasaran apa artinya bagi masa depan uang digital, tunggu saja sampai 2030—atau mulai ikuti perkembangan regulasi sekarang.
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
Decrypt
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari Decrypt.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan Decrypt.
Baca artikel asli di Decrypt→