Satori Finance tutup DEXnya karena pasar crypto lagi lesu. Simak apa yang bikin mereka ngurung operasi dan pelajaran buat startup blockchain.
Kamu pasti pernah denger Satori Finance, DEX yang sempet nyolong spotlight gara-gara dapat dana $10 juta dari Polychain, Coinbase, Jump, dan beberapa investor lain. Nah, baru-baru ini tim mereka ngumumin kalau platform itu bakal ditutup.
Alasan mereka simpel: kondisi pasar crypto lagi ‘unfavorable’. Maksudnya, volume trading turun drastis, likuiditas menipis, dan harga token terus melorot. Buat DEX, ini kayak badai tanpa perahu.
Satori awalnya ngincar ruang DeFi yang lebih terdesentralisasi, sambil ngasih insentif buat liquidity provider lewat token SATORI. Ideannya keren, tapi realita pasarnya gak bersahabat.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Para founder Satori ngaku, biaya operasional buat tetap jalan makin tinggi, sedangkan pendapatan dari fee trading makin tipis. Jadi, mereka ngambil keputusan buat wind down dulu, sambil ngevaluasi strategi selanjutnya.
Buat para investor, ini pelajaran penting. Saat market lagi lesu, startup crypto harus siap punya cash reserve yang cukup, atau punya model bisnis yang nggak terlalu ngandelin volume trading.
Jika kamu lagi mikir mau invest di proyek DeFi, cek dulu health metrics mereka: likuiditas pool, growth user, serta roadmap yang realistis. Jangan cuma terpesona sama nama investor besar.
Intinya, walaupun Satori tutup DEXnya, tim masih bisa pindahin teknologi atau tim ke proyek lain. Di dunia crypto, kegagalan satu produk belum tentu berarti akhir dari semua rencana.
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
The Block
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari The Block.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan The Block.
Baca artikel asli di The Block→