Ripple sempat mau tutup dan serahin XRP ke pemegang saham, tapi akhirnya memilih melawan gugatan. Simak selengkapnya!
Jadi gini, CEO Ripple, Brad Garlinghouse, baru-baru ini ngungkapin kalau dia sama co-founder-nya, Chris Larsen, pernah kepikiran untuk tutup perusahaan. Iya, beneran! Mereka sempat mempertimbangkan untuk menyerahkan XRP ke pemegang saham. Bayangin aja, semua orang yang pegang XRP bisa dapet bagi hasil. Tapi, itu semua cuma rencana yang nggak jadi dilakuin.
Kenapa mereka sampai kepikiran kayak gitu? Soalnya, pada tahun 2020, Ripple kena masalah hukum yang cukup gede. Mereka diserang sama SEC, yang mengklaim kalau XRP itu adalah sekuritas. Ini bikin banyak investor khawatir dan harga XRP langsung anjlok. Pasti bikin Garlinghouse dan Larsen mikir keras, apakah mereka harus terus berjuang atau menyerah aja.
Tapi, alih-alih menyerah, mereka memutuskan untuk bertarung melawan gugatan tersebut. Garlinghouse percaya kalau XRP itu bukan sekuritas, dan mereka mau buktikan hal itu di pengadilan. Keputusan ini bukan cuma buat Ripple, tapi juga buat seluruh industri cryptocurrency. Soalnya, hasil dari kasus ini bisa jadi preseden penting untuk masa depan crypto di Amerika.
Advertisement
Slot in-article yang tampil setelah paragraf ketiga.
Satu hal yang menarik, meskipun mereka sempat mau tutup, Garlinghouse tetap optimis. Dia yakin kalau Ripple bisa keluar dari masalah ini dan tetap beroperasi. Bahkan, mereka terus berinovasi dan ngembangin teknologi blockchain yang bisa bikin transaksi lebih cepat dan murah. Jadi, meskipun ada badai, Ripple tetap berlayar.
Sekarang, XRP mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Harga mulai naik lagi, dan banyak investor yang kembali percaya. Ini jadi pelajaran berharga buat semua orang di dunia crypto, bahwa kadang-kadang, meskipun situasi lagi sulit, tetap ada harapan untuk bangkit lagi. Yang penting, jangan cepat menyerah!
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinDesk
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinDesk.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.
Baca artikel asli di CoinDesk→

