Revolut bidik IPO $200 miliar setelah valuasi $75 miliar. Rencana listing baru di 2028, sementara ekspansi global dan fitur crypto terus dikembangkan.

Revolut lagi-lagi bikin heboh dunia fintech. Setelah baru saja mencetak valuasi $75 miliar di putaran funding terakhirnya, perusahaan ini sekarang ngincar target yang jauh lebih gila: $200 miliar saat IPO.

Angka itu bikin banyak orang geleng-geleng kepala. Tapi kalau kamu ngikutin perjalanan Revolut dari awal, ini sebenarnya cuma kelanjutan dari ambisi besar mereka yang nggak pernah reda.

Rencana IPO ini baru bisa terjadi paling cepat tahun 2028, menurut laporan Financial Times. Jadi masih ada waktu cukup lama buat mereka mempersiapkan diri dan membuktikan valuasi sebesar itu memang masuk akal.

Advertisement

Kenapa 2028? Karena Revolut masih punya PR besar: lisensi banking di Amerika Serikat. Tanpa itu, jangankan IPO $200 miliar, ekspansi global mereka juga bakal terhambat.

Revolut memang dikenal sebagai salah satu fintech paling agresif di Eropa. Dari awalnya cuma kartu debit multi-mata uang, sekarang mereka udah punya trading saham, crypto, bahkan fitur travel booking.

Yang menarik, meski disebut "crypto-friendly," Revolut sebenarnya cukup hati-hati regulasi. Mereka sempat pause beberapa fitur crypto di UK karena aturan FCA yang ketat. Tapi justru pendekatan hati-hati ini yang bikin investor besar percaya.

Valuasi $75 miliar di funding round terakhir udah bikin Revolut jadi startup paling berharga di Eropa, bahkan ngalahin beberapa bank tradisional. Tapi $200 miliar? Itu levelnya Visa atau Mastercard lho.

Jadi pertanyaannya: apakah Revolut bisa? Jawabannya tergantung beberapa faktor. Pertama, apakah mereka berhasil dapet lisensi bank di US. Kedua, apakah model bisnis "super app" mereka bisa profitable secara konsisten.

Soal profitabilitas, Revolut baru pertama kali untung tahun 2021 setelah bertahun-tahun bakar uang. Tahun 2022 dan 2023 katanya juga profitable, tapi angka pastinya nggak dipublikasikan karena perusahaan masih privat.

Bagi kamu yang ngikutin industri fintech, kasus Revolut ini menarik buat dipelajari. Mereka nunjukin bahwa growth-at-all-costs masih bisa works, asalkan eksekusinya tepat dan regulasi bisa di-navigate dengan baik.

Takeaway praktisnya: kalau kamu founder atau kerja di startup, jangan takam bidik valuasi tinggi. Tapi pastikan fondasinya kuat dulu. Revolut nunggu hampir 15 tahun sejak didirikan 2015 buat IPO, dan itu waktu yang mereka pakai buat bangun infrastructure yang solid.

Satu hal lagi yang bisa kamu contek: diversifikasi revenue. Revolut nggak cuma andalkan satu produk. Mereka punya subscription (Revolut Ultra), interchange fee dari kartu, lending, crypto trading, dan bisnis corporate. Ini yang bikin mereka resilient pas market berubah.

Apakah $200 miliar realistis? Wall Street bakal jadi juri akhirnya. Tapi yang jelas, Revolut udah berhasil ubah cara kita pikir soal bank dan money management. IPO atau nggak, legacy mereka udah terukir.

Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

CoinDesk

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Crypto update dari CoinDesk.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinDesk.

Baca artikel asli di CoinDesk
#Crypto#CoinDesk#rss