Pyth Network hadirkan marketplace data dengan model pay-on-demand. Tujuh provider besar sudah siap, akses data pasar jadi lebih murah dan adil.

Bayangin kamu mau bikin aplikasi trading atau DeFi, tapi butuh data harga real-time. Masalahnya? Data kayak gitu sekarang dikuasai cuma segelintir perusahaan besar. Harganya mahal dan aksesnya ribet.

Pyth Network mau ubah itu semua. Mereka baru aja umumin marketplace data dengan sistem pay-on-demand. Jadi kamu gak perlu bayar langganan bulanan yang gede. Cukup bayar sesuai data yang kamu pakai.

Model ini disebut Pyth Entropy. Tujuannya sederhana: demokratisasi akses data pasar. Siapa pun bisa dapetin data berkualitas tanpa harus jadi perusahaan besar dulu.

Advertisement

Pyth mulai kerja sama dengan tujuh provider data ternama. Mereka bakal nyediain data harga untuk berbagai aset—mulai dari crypto, forex, sampai komoditas. Data ini langsung masuk ke blockchain dalam bentuk oracle.

Buat yang belum familiar, oracle itu jembatan antara data dunia nyata dan smart contract. Tanpa oracle yang reliable, aplikasi DeFi kamu bisa salah hitung harga. Bahaya banget.

Masalah data pasar yang terpusat ini udah lama jadi bahan perbincangan. Beberapa perusahaan dominan bikin harga tinggi dan barrier entry buat developer baru. Pyth mau ratakan lapangan bermain ini.

Sistem pay-on-demand bikin biaya jadi lebih predictable. Developer kecil bisa mulai tanpa modal gede. Kalau aplikasinya baru dikit user, ya bayarnya dikit juga. Makin besar, baru makin banyak bayar.

Ini beda banget sama model tradisional yang minta komitmen jangka panjang. Biasanya kamu kunci dana berbulan-bulan, padahal aplikasimu belum tentu laku.

Pyth Network sendiri udah cukup established di ekosistem Solana dan blockchain lain. Mereka punya track record nyediain data low-latency yang banyak dipakai protokol DeFi besar.

Dengan marketplace baru ini, Pyth gak cuma jadi oracle provider lagi. Mereka jadi platform yang nyambungin pembeli dan penjual data langsung. Mirip marketplace biasa, tapi khusus data finansial.

Buat developer, ini berarti lebih banyak pilihan provider. Kamu bisa bandingin harga dan kualitas data sebelum commit. Transparansi yang jarang ada di industri data tradisional.

Provider data juga untung. Mereka dapet akses ke pasar yang lebih luas tanpa harus bangun infrastruktur sendiri. Pyth yang urus teknisnya.

Satu hal yang menarik: data di Pyth di-update sangat sering. Bahkan dalam hitungan detik. Ini penting banget buat aplikasi yang sensitif sama pergerakan harga, kayak perpustakaan pinjam-meminjam atau DEX.

Kalau data lambat, bisa ada selisih harga yang dimanfaatin bot arbitrage. Rugi buat platform dan user. Data cepat dan akurat jadi competitive advantage.

Pyth juga pake mekanisme aggregation. Jadi data dari beberapa provider digabung jadi satu harga yang lebih reliable. Gak bergantung cuma satu sumber.

Praktisnya gimana? Kamu tinggal integrasi Pyth ke smart contract. Pake library yang udah mereka sediain. Bayar sesuai konsumsi data, biasanya dalam bentuk fee transaksi kecil.

Gak perlu lagi nego kontrak panjang atau setup infrastruktur sendiri. Fokus aja bangun produk, urusan data serahin ke Pyth.

Ini relevan banget buat yang lagi develop di bear market. Modal terbatas, tapi butuh data kualitas tetap tinggi. Pyth kasih solusi yang scalable sesuai stage bisnismu.

Takeaway praktis: kalau kamu developer DeFi atau lagi riset oracle, worth it buat eksplor Pyth Entropy. Bandingin cost sama solusi yang kamu pake sekarang. Mungkin bisa cut cost signifikan tanpa sacrifice kualitas.

Demokratisasi data ini sejalan sama spirit desentralisasi crypto. Informasi yang tadinya eksklusif jadi accessible. Barrier entry berkurang, inovasi makin banyak yang bisa muncul.

Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.

CoinTelegraph

Catatan redaksi

Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini

Crypto update dari CoinTelegraph.

Sumber asli

Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinTelegraph.

Baca artikel asli di CoinTelegraph
#Crypto#CoinTelegraph#rss