Neo Foundation rencanakan overhaul treasury senilai $461 juta. Co-founder mau hapus governance model lama dan kasih komunitas kontrol lebih besar atas dana proyek.
Neo Foundation lagi di tengah perdebatan seru soal governance. Salah satu co-founder, Erik Zhang, baru aja ngeluarin proposal yang bisa mengubah total cara mereka kelola dana treasury senilai $461 juta.
Proposal ini muncul setelah ada konflik terbuka antar co-founder soal siapa yang sebenarnya megang kendali. Zhang bilang sistem sekarang terlalu banyak 'trust me' dan kurang transparansi.
Dia mau restructure seluruh foundation. Tujuannya sederhana: balikin token ke komunitas dan kasih oversight yang formal. Bukan lagi sekadar janji manis dari tim inti.
Menurut Zhang, model governance sekarang itu broken. Terlalu sentralistik dan komunitas cuma bisa 'percaya aja' sama keputusan tim. Ini bertentangan sama semangat desentralisasi yang selama ini diomongin.
Proposal ini bakal bikin mekanisme oversight yang lebih ketat. Dana treasury nggak lagi bebas dipegang segelintir orang. Ada checks and balances yang jelas.
Komunitas bakal dapet suara lebih besar dalam pengambilan keputusan. Ini bukan cuma soal voting token, tapi juga transparansi soal gimana dana dipake dan buat apa.
Konflik antar co-founder ini sebenernya ngebuka mata banyak orang. Governance di project crypto sering jadi cuma teori di whitepaper. Praktiknya? Masih sentralistik banget.
Neo sendiri udah eksis sejak 2014. Mereka salah satu platform smart contract yang lebih tua dari Ethereum. Tapi umur panjang nggak otomatis bikin governance-nya matang.
Zhang ngeliat ini sebagai kesempatan buat reset. Bukan cuma perbaiki image, tapi bener-bener bangun ulang fondasi organisasi.
Bagian paling kontroversial? Rencana buat 'return tokens to the community'. Ini bisa berarti burn, redistribution, atau mekanisme lain yang belum detail dijelasin.
Yang jelas, komunitas bakal dapet kontrol lebih besar atas economic value yang selama ini dipegang foundation. Ini langkah berani dan nggak umum di industri ini.
Banyak project crypto punya treasury gede tapi governance-nya masih feudal. Tim founder megang semua keputusan, komunitas cuma bisa komentar di Discord.
Neo mau beda. Mereka coba implementasi apa yang selama ini dianggap ideal: desentralisasi yang beneran, bukan cuma marketing jargon.
Tentu aja ada risiko. Transisi governance bisa berantakan kalau nggak dihandle dengan hati-hati. Tim juga bisa kehilangan fleksibilitas dalam eksekusi.
Tapi menurut Zhang, risiko tetap di sistem lama lebih besar. Kepercayaan komunitas udah mulai goyah, dan tanpa perubahan drastis, Neo bisa kehilangan relevansi.
Praktisnya, proposal ini masih dalam tahap diskusi. Belum jadi final dan butuh approval dari berbagai pihak. Tapi sinyalnya udah jelas: era 'trust me' di Neo mau diakhiri.
Buat kamu yang invest di crypto atau ikut komunitas project tertentu, ini kasus yang worth diperhatiin. Governance nggak cuma soal teknis, tapi soal siapa yang megang kekuasaan dan gimana dia dipantau.
Cek dulu gimana project favoritmu kelola treasury. Apakah transparan? Apakah komunitas punya suara nyata? Atau cuma teori doang di dokumen?
Neo coba tunjukin bahwa project lama masih bisa berubah. Tapi apakah ini bakal sukses atau cuma wacana, kita lihat aja eksekusinya.
Yang pasti, industri crypto butuh lebih banyak contoh kayak ini. Bukan cuma omongan soal desentralisasi, tapi aksi nyata buat bagi-bagi kekuasaan.
Crypto lagi bergerak cepat, jadi jangan cuma lihat headline.
CoinTelegraph
Catatan redaksi
Kalau lo cuma ambil satu hal dari artikel ini
Crypto update dari CoinTelegraph.
Sumber asli
Artikel ini merupakan rewrite editorial dari laporan CoinTelegraph.
Baca artikel asli di CoinTelegraph→


